• dailybytes1

Xiaomi Kembangkan Mobil Listrik

Xiaomi, perusahaan teknologi asal China, mengikuti beberapa compatriotnya untuk membuat mobil listrik.


Xiaomi EV
Xiaomi EV, Source: Wonderful Engineering

Xiaomi resmi membuka lini bisnis baru, yakni kendaraan listrik. Menurut perusahaan, divisi tersebut berada dalam 'fase pengembangan substansial'. Nama anak perusahaannya adalah Xiaomi EV, Inc. Perusahaan ini didirikan dengan modal terdaftar 10 miliar yuan atau sebesar Rp 22 triliun. Saat ini, Xiaomi EV mempekerjakan 300 karyawan dan dipimpin oleh pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun.


The Detail:

Menurut perusahaan, tim kendaraan listrik mereka telah "melakukan sejumlah besar penelitian pengguna" dalam lima bulan terakhir. Xiaomi juga telah mengunjungi mitra industri sambil 'terus maju dengan definisi produk EV dan pembangunan tim' walaupun belum memiliki model untuk kendaraan listrik tersebut. Xiaomi mengumumkan rencana untuk meluncurkan bisnis mobil listrik pada bulan Maret lalu dan mengatakan perusahaan akan menginvestasikan US$ 10 miliar selama 10 tahun ke depan.


Sementara awal bulan ini, Xiaomi mengumumkan telah mengakuisisi perusahaan kendaraan otonom Deep Motion. Nilai akuisisinya sekitar US$77,37 juta (Rp1,1 triliun). Tujuan akuisisi tersebut, menurut Xiaomi, adalah untuk meningkatkan daya saing teknologi di bisnis kendaraan listrik perusahaan. Dengan akuisisi tersebut, dapat membantu menghadirkan fitur self-driving ke mobil Xiaomi di masa depan.


Competition:

Xiaomi sebelumnya telah mencari mitra untuk usaha ini, dari sektor manufaktur mobil. Hal tu belum berhasil, tetapi ada laporan yang mengatakan perusahaan mungkin mengakuisisi saham di unit Kendaraan Listrik China Evergrande. Lei Jun, sang CEO, telah mengunjungi bayak perusahaan untuk menjadi mitra. Dia mengunjungi BYD, SAIC, Wuling, dan sebagainya. Sepertinya tidak satu pun dari kunjungan itu menghasilkan kemitraan antara perusahaan, setidaknya tidak ada yang diumumkan.


Xiaomi akan berkompetisi dengan:

  • Raksasa mesin pencari China Baidu yang akan membuat EV dengan bantuan pembuat mobil Geely.

  • Alibaba dan produsen mobil milik negara China SAIC Motor.

  • Didi dan pembuat EV BYD juga ikut merancang model untuk pemesanan kendaraan.

  • Perusahaan mobil mapan seperti Xpeng, Nio dan Li Auto, yang telah memulai debutnya beberapa model dan sering dibandingkan dengan Tesla.

Key Takeaways:

Xiaomi mungkin merupakan pemain baru dalam bisnis EV, tetapi perusahaan tersebut telah memiliki jaringan ritel yang luas dan pengenalan merek internasional. Mereka memiliki banyak perangkat pintar yang dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam kendaraan mereka. Tantangan sebenarnya ada di manufaktur. Dibandingkan dengan manufaktur telepon, industri otomotif lebih padat modal dengan rantai pasokan yang panjang dan kompleks. Oleh karena itu, patut tunggu apakah perusahaan yang dikenal dengan "ponsel murah" ini dapat menyediakan "mobil listrik murah" kepada konsumen?