• DailyBytes

Western Digital Kemungkinan Merger Dengan Pembuat Chip Kioxia

Western Digital dilaporkan sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk merger seluruh saham senilai US$20 miliar dengan Kioxia.

Kioxia X WD
Kioxia X WD, Source: Today in 24 English

Western Digital dilaporkan sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk merger dengan Kioxia, pembuat chip Jepang yang dimiliki oleh Bain Capital. Bain membeli Kioxia melalui pengukiran 2018 dari Toshiba. Mereka mencoba IPO di Tokyo tahun lalu, dengan rencana untuk mengumpulkan lebih dari US$ 3 miliar, tetapi gagal karena pandemi dan ketegangan geopolitik.


Samsung Electronics

adalah saingan yang ingin dikalahkan WD dan oleh karena itu, perusahaan mencoba melakukan merger untuk memperkuat pangsa pasar. Laporan dari WSJ mengatakan bahwa Western Digital telah berbicara dengan Micron, sebuah perusahaan chip AS, dengan model yang sama yakni merger perusahaan.


Sebuah laporan oleh firma riset Trend Force mengatakan raksasa teknologi Korea Selatan Samsung mendominasi sepertiga pasar NAND. Sedangkan Kioxia memiliki pangsa pasar 19% dan Western Digital 15%. Kombinasi kedua perusahaan dapat menghasilkan permintaan yang kuat untuk chip memori yang didorong oleh ekspansi 5G serta peningkatan pekerjaan dari rumah karena pandemi. Laporan tersebut mengungkapkan nilai transaksi lebih dari US$20 miliar atau sekitar Rp288,3 triliun.


Anti-monopoli

Sepertinya penggabungan kedua perusahaan tersebut kemungkinan akan disengketakan oleh otoritas anti-trust di sejumlah negara termasuk Amerika Serikat dan China. Sebelumnya, sejumlah perusahaan harus urung membuat kesepakatan karena khawatir akan terjadi monopoli dan konflik perdagangan antara kedua negara.


Misalnya, Qualcomm Inc. membatalkan kesepakatan untuk membeli NXP Semiconductor senilai US$44 miliar. Ini terjadi setelah perusahaan gagal mendapatkan persetujuan dari China pada 2018. Ada juga kasus yang baru-baru ini, Nvidia gagal mengakuisisi ARM, pembuat chip untuk Apple, Samsung, Qualcomm, Huawei, Google, Amazon, Microsoft, dan banyak lainnya, sebesar US$40 miliar, karena beberapa masalah dengan regulator. Salah satunya, regulator di negara asal ARM, Inggris, mengkhawatirkan keamanan nasional.