• dailybytes1

Traveloka Batal IPO di WallStreet

Traveloka, startup asal Indonesia di bidang pariwisata batal melakukan IPO di WallStreet karena antusiasme warga AS mulai surut.


Traveloka
Traveloka, Source: Kompas

Perusahaan startup aplikasi persewaan hotel dan pariwisata asal Indonesia, Traveloka, dikabarkan menghentikan pembicaraan untuk go public atau mencatatkan penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat (AS) dengan menggunakan cek kosong atau Special Purpose Acquisition Company (SPAC) dengan Bridgetown Holdings.


The detail:

Dewan direksi raksasa perjalanan online Asia Tenggara itu telah memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pencatatan saham melalui SPAC karena antusiasme di pasar SPAC di Aamerika Serikat mulai meredup.


Pemberhentian ini tidak akan permanen, ketika pasar pulih, Traveloka dapat meninjau kembali pembicaraannya dengan miliarder Richard Li dan SPAC Peter Thiel atau SPAC yang berbeda. Menurut catatan Bloomberg, dari total US$ 461 miliar yang dihimpun secara global melalui IPO tahun ini, sekitar US$ 131 miliar untuk SPAC--sebelum tren pasar yang booming ini hampir berhenti.


SPAC plan:

Sebagai informasi, SPAC adalah perusahaan yang khusus didirikan untuk menghimpun dana melalui penawaran umum perdana dengan tujuan untuk melakukan merger, akuisisi, atau pembelian saham perusahaan pada satu atau lebih perusahaan. Proses ini biasanya memakan waktu 2 tahun. Jika akuisisi tidak selesai dalam jangka waktu tersebut, dana akan dikembalikan kepada investor.


Sebelumnya, Traveloka telah bekerjasama dengan JPMorgan Chase & Co. hanya saja belum diketahui secara spesifik apakah akan tercatat di Bursa Efek New York (NYSE) atau bursa Nasdaq. Menurut CB Insights, hingga 2017, Traveloka memiliki valuasi US$ 3 miliar atau setara Rp. 42 triliun.


Other successful companies:

Grab Holdings yang berbasis di Singapura mengumumkan kesepakatan untuk go public melalui SPAC dengan Altimeter Growth Corp (AGC). Kesepakatan itu memberi Grab nilai US$39,6 miliar. Kesepakatan itu akan memberi Grab US$4,5 miliar tunai, dan diharapkan menjadi penawaran ekuitas AS terbesar yang pernah ada oleh perusahaan dari Asia Tenggara. Perusahaan ini sekarang terdaftar di Nasdaq di bawah simbol ticker "GRAB," yang ditutup pada US$10,64 perdagangan terakhir dengan kapitalisasi pasar sebesar US$532 juta.


Key Takeaways:

Hingga saat ini baru ada satu startup yang sudah IPO di Indonesia yaitu Bukalapak dan beberapa startup seperti GoTo dan Blibli akan menyusul tahun depan. Namun meski sudah banyak startup yang ingin IPO di Indonesia, Traveloka tak berminat mengikuti jejak kawan-kawan mereka. Mungkin perusahaan akan tetap memilih listing di Amerika Serikat karena dua SPAC Bridgetown Holdings lainnya sudah melakukan IPO terlebih dahulu.