• DailyBytes

Theranos, Pembohongan Terbesar Sillicon Valley

Elizabeth Holmes seorang wanita dengan visi besar ingin medistrupsi industri kesehatan lewat perusahaannya, Theranos, tetapi semua itu hanya ilusi yang membohongi semua orang.

Theranos, perusahaan startup yang bergerak di industri medis yang dirikan oleh Standford drop-out, Elizabeth Holmes. Theranos berusaha memecahkan masalah klasik yang ada di industri medis, pengambilan sampel darah, Theranos mengkalim bahwa mereka hanya membutuhkan setetes darah untuk mendapatkan hasil medis. Hal ini tentu saja membuat seluruh dunia dan investor geger, dengan cepat para investor berinvestasi ke Theranos dan orang menyebut Elizabeth sebagai the next Steve Jobs. Sebelum berlanjut mari kita lihat sejarah sang founder dan perusahaanya.

CEO Theranos, Elizabeth Holmes
Foto Elizabeth Holmes, source: business insider

Lahirnya Elizabeth dan Theranos

Elizabeth Holmes lahir dari keluarga yang berlatar belakang kaya, Elizabeth kecil tahu apa yang dia inginkan dalam hidup, menjadi miliarder. Pada usia 18 Stanford melakukan tur ke Cina di mana dia bertemu dengan seniornya bernama Sunny, Sunny adalah salah satu orang yang berhasil pada booming.com tahun 1999 meraup keuntungan 40 juta dolar. Dia memiliki apa yang Eli inginkan uang dan status pengusaha sukses. Nantinya Sunny akan memainkan peran besar di perusahaan Elizabeth. Dilain perjalanannya ke Asia, Elizabeth menyaksikan pandemi pertama ,SARS, sejak saat itu dia memiliki tekad untuk mengubah dunia. Setelah kembali ke Amerika, dia mengerjakan ide, yang berisi membuat patch yang dapat dipakai terus-menerus, untuk menguji darah dan memberikan dosis obat secara langsung.

Logo Theranos
Foto: Logo Theranos, source:100 logos

Pada usia ke-19 dia mengundurkan diri dari Stanford dan memulai perusahaannya sendiri. Awal yang cukup meyakinkan, dia menerima investasi awal US$ 1 juta dari tetangga lamanya yang telah menghasilkan uang dengan berinvestasi di Hotmail, tulis Elizabeth di laporan investornya, namun tidak ada investor spesialis dalam bidang medis yang mau berinvestasi di perusahannya, alasannya sederhana kurangnya pengetahuan di bidang tersebut. Tidak seperti Mark Zuckerberg yang hanya perlu menguasa coding, dunia medis adalah bidang yang membutuhkan pengetahuan dan penelitian untuk menemukan inovasi. Terlepas dari itu semua pada akhir tahun Elizabeth mendapatkaan pendanaan hampir 6 juta dolar dan idenya telah berubah menjadi tes darah akan dilakukan oleh sistem kartrid (bentuknya mirip dengan kartu memori).


Cara Theranos bekerja:

  • Pasien akan menusuk jari mereka dan menyimpan darah dalam kartrid.

  • Memasukan kartrid kedalam mesin.

  • Mesin menjalankan test.

  • Mesin mengirim hasil test ke lab yang akan dikirim ke pasien.

Theranos mendistrupsi industri saat ini yang memerlukan darah yang banyak, mengirim sampel ke laboratorium, mengeceknya dengan mesin besar, dan hasilnya yang lama. Walau cemerlang mesin Theranos memiliki masalah utama yaitu mesinya itu sendiri. Anda bingung, saya jelaskan, ada alasan kenapa mesin test darah dibuat besar yaitu ruang. Mesin terdiri komponen-komponen yang memiliki fungsi test masing-masing dan membutuhkan tempat yang luas, jika tidak maka dapat menggangu hasil test yang akan dijalankan. Pengambilan sample yang sedikit juga menjadi masalah untuk test darah, hal ini dapat menyebabkan hasil test yang tidak akurat. Sebuah bukti bahwa Elizabeth tidak benar-benar mengetahui apa yang dia lakukan.

Metode Theranos mengambil sample
Foto: Cara Theranos mengambil sample, source: busines insider

Sisi gelap Theranos jilid 1

Pada tahun 2006 Theranos memiliki prototype pertamanya bernama Theranos 1.0 dan Elizabeth meminta insinyur untuk merancang versi baru yang disebut Edison, namun mesinnya tidak dapat menjalankan test secara akurat seperti yang diklaim oleh Elizabeth. Dia pun mulai mendorong manajer timnya untuk mengembangkan Edison setiap harinya, ketika manajer menyatakan para insinyurnya terlalu banyak bekerja, Elizabeth menyewa tim paralel dan mengadu kedua tim satu sama lain. Hal ini adalah taktik Steve Jobs saat mengembangkan iPhone tetapi dalam kasus Theranos, tim yang kalah akan dipecat.


Elizabeth juga melakukan beberapa hal yang dipertanyakan secara etis seperti menjalankan uji coba pada pasien kanker, bekerjasama dengan perusahaan Pfizer yang menggunakan produk prototype Theranos-yang diketahui kurang akurat-untuk uji coba tersebut. Hal ini sangat berbahaya karena 70% keputusan yang dokter ambil berdasarkan hasil lab yang mereka terima. Pada tahun yang sama CFO perusahaan menemukan bahwa Elizabeth berbohong dia menyuruhnya berhenti alih-alih setuju dia malah memecatnya, setelah itu Elizabeth tidak pernah mempekerjakan CFO lainnya.


"The Next Steve Jobs"

Steve Jobs adalah bintang terbesar Silicon Valley pada tahun 2007. Elizabeth mulai mengembangkan obsesinya terhadap Steve Jobs. Obsesinya tersebut hampir mirip dengan kegilaan misalnya setelah dia mengetahui bahwa Steve menjadwalkan pertemuan pada hari Rabu dia akan melakukan hal yang sama, dia bahkan merekrut beberapa karyawan Apple salah satunya adalah teman lama Steve Jobs dan mantan wakil presiden perangkat lunak Apple, Avie Tevanian, dia bahkan berhenti pensiun untuk bergabung dengan direksi Theranos. Dewan direksi Theranos memiliki orang-orang tenar seperti Don Lucas, mentor pendiri Oracle. Suatu hari Elizabeth merestrukturisasi saham perusahaan yang akan memberikan suara mayoritasnya kepadanya, mantan karyawan Apple Avie yang berada di direksi menentang hal tersebut. Dia berbicara dengan Don Lucas sang ketua tapi ini mengakibatkan Avie mengundurkan diri setelah dia merasa nasihatnya tidak didengar.

Ceo Theranos kiri, Ceo Apple kanan
Foto: Elizabeth Holsen (kiri), Steve Jobs (kanan), source: business insider

Tak lama setelah perusahaan pindah ke Silicon Valley, anggota baru tim penjualan segera mengetahui bahwa proyeksi keuangan didasarkan pada uji coba palsu, masalah tersebut dibawa ke dewan yang menjalankan rapat darurat. Dua jam setelah rapat Elizabeth memecat kedua anggota baru tersebut, pada tahap ini karyawan yang mengundurkan diri atau dipecat adalah hal biasa. Pada akhirnya semua karyawan yang berasal dari Apple mengundurkan hanya dalam beberapa tahun. Tidak lama berselang seorang teman lama Richard Fuisz membuat paten untuk metode transmisi informasi dari mesin tes darah ke dokter (konsep kartrid yang dipakai oleh Theranos). Dia melakukan ini karena tidak diminta nasihat ketika Elizabeth memulai perusahaan di bidang keahliannya, dia adalah seorang dokter. Richard akan pergi ke pengadilan dengan paten yang dia buat untuk mengugat Theranos. Dia menyebut patennya dengan nama pembunuh Theranos, patennya tidak akan membunuh Theranos tetapi yang akan membunuh Theranos adalah tindakannya.


Sisi gelap Theranos jilid 2

Pada tahun 2009 Sunny yang berpacaran dengan Elizabeth bergabung dengan perusahaan sebagai penanggung wakli CEO. Sunny berasal dari latar belakang IT dan memiliki sedikit pengetahuan tentang cara kerja perusahaan medis. Dia juga mengklaim telah menulis 10 juta baris kode saat di Microsoft tetapi rata-rata pengembang di Microsoft hanya menulis seribu baris pertahun. Dia memiliki kebiasaan menggulang kata kunci karena hanya sedikit pengetahuan tentang topik, walaupun memiliki pengetahuan yang terbatas tetapi Sunny tahu cara mengendalikan orang. Pada tahun 2010 Walgreens (perusahaan farmasi) dan Safeway (supermarket) melakukan pembicaraan dengan Theranos untuk bermitra dan membuat pusat kesehatan di toko mereka di mana pasien bisa melakukan tes darah. Theranos mempresentasikan Walgreens dengan 192 tes berbeda yang dapat dilakukan oleh mesin Edison mereka, namun hanya sekitar setengah yang secara teoritis mungkin dan satu-satunya bukti bahwa teknologi itu bekerja adalah ulasan dari John Hopkins Medical School, dokumen tersebut hanya dua halaman dan isinya meringkas pertemuan di mana Theranos menunjukkan data kepada perwakilan universitas beberapa hasil data tidak ada pengujian aktual yang dilakukan. Walaupun data berkata seperti itu Walgreens tetap bermitra dengan Theranos karena Theranos adalah hot-company pada saat itu dan tidak mau pesaing mendahului mereka. Elizabeth juga membuat kesan seperti itu pada eksekutif Walgreens dan Safeway sehingga mereka memercayai setiap kata yang dia katakan, total investasi yang dikeluarkan kedua perusahaan itu sebesar US$ 150 juta.

Kemitraan Theranos dengan Walgreens
Foto: Kemitraan Theranos dengan Walgreens, source: wsj

Elizabeth menyadari bahwa Edison tidak cukup baik sehingga dia menugaskan tim tekniknya membuat miniLab, produk generasi ketiga milik Theranos. Sunny membantu dengan kemampuan yang dia punya-ya-mengintimidasi karyawan. Sang pacar juga mendukung keputusannya, ia pun menyatakan "jika Anda tidak percaya sedang membangun masa depan untuk umat manusia maka Anda harus pergi" singkatnya siapa pun yang setuju dengan Elizabeth dipromosikan dan mereka yang ragu dipecat. Pada tahun 2012 Safeway telah mengeluarkan US$ 350 juta untuk biaya renovasi menyediakan ruang untuk mesin Theranos, tetapi mereka hanya menerima berita penundaan peluncuran, ketika Theranos mulai menerima sampel darah karyawan Safeway, Theranos menggunakan mesin pihak ketiga untuk menguji sampel tersebut, tetapi Safeway dibohongi karena Theranos menyatakan semua pengujian ini dilakukan oleh mesin Edison.


Sisi gelap Theranos jilid 3

Richard, dokter yang menuntut Theranos serius dengan kasus ini. Dia menyewa pengacara yang sama yang bekerja pada kasus Bill Gates dan biaya US$ 1.000. Panggilan pengadilan datang untuk Theranos dan memimpin tim kimia, Ian Gibbons, yang menjadi perwakilan dari Theranos. Dia takut bahwa yang dia katakan dapat menempatkan perusahaan dalam bahaya dan mengungkap kebohongan. Demi menghindari itu semua, sebelum persidangan Ian mencoba mengakhiri hidup di kamar mandi setelah overdosis obat, dia meninggal seminggu kemudian di rumah sakit. Elizabeth hanya memberi tahu sedikit karyawan tentang kematian Ian, dia tampaknya menanggapi kematian Ian dengan cukup santai. Setelah menghabiskan US$ 2 juta, kasus Richard diselesaikan tidak sesuai dengan harapannya, hal ini membuat Richard semakin ingin menjatuhkan Theranos.

Richard Fuisz
Foto: Richard Fuisz, source: twitter

Theranos masih melakukan tes pada mesin milik mereka termasuk menumpuk enam minilab untuk mendapatkan hasil tes yang tinggi karena mereka telah menjanjikan mesin mereka kepada dunia dan mereka memiliki kontrak US$ 140 juta dengan Walgreens yang mengharuskan mereka meluncur pada Februari 2013 dan sudah terlambat empat bulan. Kebohongan terus berlanjut, Sunny memberikan laporan finansial palsu kepada investor, laporan palsu ini lahir karena Theranos beroperasi tanpa CFO selama tujuh tahun terakhir.


Awal dari kegemilangan

Dewan Theranos masih dipenuhi dengan nama-nama terkemuka, sehingga tidak ada yang meragukan perusahaan ini termasuk mantan Sekretaris AS Henry Kissinger, mantan direktur Kantor Anggaran dan Manajemen AS George Shultz, dan Menteri Pertahanan masa depan Jim Mad Dog semuanya telah bergabung dengan dewan perusahaan. Hal ini membuat Theranos sangat terhubung dengan dunia politik, Elizabeth bahkan melakukan penggalangan dana untuk Hillary Clinton saat kampanye Presiden AS pada tahun 2016. Investasi terus berdatangan ke Theranos, mitra menginvestasikan US$ 94 juta, Rupert Murdoch menyetor $US 125 juta, Walmart bersaudara menginvestasikan US$ 150 juta, dan Keluarga DeVos berinvestasi US$ 100 juta, pendanaan ini memberi Theranos valuasi sebesar US$ 9 miliar dan Elizabeth memiliki kekayaan sebesar US$ 5 miliar.

Dewan direksi Theranos
Foto: Theranos BoD, source: twitter

Banyak kekurangan di dalam perusahaan tetapi karyawan terlalu takut untuk melakukan apa pun, karyawan perusahaan dipaksa untuk menandatangani perjanjian kerahasiaan ketika mereka mulai dan ketika mereka meninggalkan perushaan ini menghentikan banyak orang bertindak. Tyler Shultz cucu dari George Shultz, memperhatikan masalah Theranos dan mencoba memberitahu Sunny dan Elizabeth tetapi seperti biasa tidak didengar,dia berhenti dan mencoba memberi tahu Kakeknya tentang ketidakakuratan Edison dan kegagalan tes yang terus-menerus, dia memberitahunya tentang bagaimana Theranons menguji sampel pada mesin pihak ketiga bukan pada mesin Edisonnya sendiri. Elizabeth dengan keahlian berbicaranya meyakinkan George Shultz sehingga dia mengabaikan semua yang dikatakan cucunya.


Mimpi Elizabeth jadi kenyataan

Pada pertengahan tahun 2014 majalah Fortune merilis cerita Elizabeth di halaman depan. Hal ini membuat Elizabeth memegang status selebriti dan dari sini dia membuat penampilan media Forbes, USA Today, NPR, Fox Business, CNBC, CNN, dan CBS News. Semua mengambil giliran mereka untuk meliput kisah sukses miliarder wanita termuda ini. Barack Obama menjadikan Elizabeth duta besar AS untuk kewirausahaan global dan dia ditambahkan ke dewan di Harvard Medical School. Elizabeth menikmati ketenarannya, dia membuat tim keamanan berisi 220 orang, kantornya didesain ulang lengkap kaca antipeluru. Elizabeth berbicara di TED Talks tentang idenya untuk mengubah dunia dan memberi tahu penonton tentang kisah yang menyentuh hati tentang bagaimana pamannya meninggal karena kanker, tetapi tentu saja itu hanyalah sebuah kebohongan dalam kenyataannya dia bahkan tidak dekat dengan pamannya dan baru saja mengeksploitasi kematiannya untuk narasinya.

Media yang meliput Theranos
Foto: Media meliput Theranos, source: linkedin

The truth will always win

Richard membuat kelompok skeptis terhadap Theranos termasuk istri Ian, Rochelle. Mereka mengumpulkan informasi dan kemudian membawanya ke John Carreyrou di The Wall Street Journal saat John mulai menyelidiki sumber yang tak terhitung jumlahnya dan mantan karyawan keluar dari sarangnya, mereka secara anonim memberikan informasi tentang perusahaan, Theranos tentu tidak senang dan mulai mengancam semua orang berbicara dengan Wall Street Journal, mereka bahkan menyewa penyelidik swasta untuk menyelidiki siapa pun yang mereka curigai. Beberapa surat dikirim ke Wall Street Journal untuk mencopot berita tersebut dan mengancam tuntutan hukum pencemaran nama baik, Rupert Murdoch pemilik The Wall Street Journal dan investor diminta oleh Elizabeth secara pribadi untuk mencopot cerita tersebut yang dia tolak dan menyatakan bahwa dia memiliki kepercayaan pada editor untuk menangani kebenaran apa pun itu

Buku karya John Carreyrou dan dirinya
Foto: Buku dan John Carreyrou, soucre: bookpassage

Reaksi dari Theranos sangat intense dan berita itu bahkan belum selesai. Bisnis berlanjut dengan Elizabeth yang sering tampil di Gedung Putih saat itu, tetapi miniLab masih hanya bisa melakukan sejumlah tes kecil dan tidak akurat. Theranos terus mendemokan miniLab ke tamu VIP tim Theranos menusuk jari mereka, kemudian menggunakan mesin lab pihak ketiga untuk memberikan hasil. Wakil Presiden Joe Biden bahkan berkunjung ke Thenarnos, dia diperlihatkan lab palsu yang didirikan hanya untuk kunjungan tersebut. Biden terkesan dan mengatakan bahwa itu adalah lab masa depan dan memuji Theranos


Kebenaran gelap tentang Theranos akhirnya terungkap dalam artikel The Wall Street Journal 15 Oktober 2015 itu mengejutkan semua orang. Orang-orang mulai mempertanyakan Theranos dan kerahasiaannya, Elizabeth tidak menghindar dari pertanyaan tetapi malah berbohong kepada publik tampaknya dia pikir semua orang akan mempercayainya lagi, tapi ini waktu yang berbeda sekarang orang mengajukan pertanyaan serius.


Theranos lose

Setelah berita diterbitkan Lembaga Pangan dan Obat Amerika (FDA) melakukan pemeriksaan mendadak ke Theranos, mereka menemukan bahwa mesin tes darah edison hanya melakukan 12 dari 250 tes dan bahkan mereka menghasilkan hasil yang sangat tidak menentu, sekarang Theranose mulai runtuh, Elizabeth putus dengan Sunny dan memecatnya. Penyelidikan kriminal oleh Securities and Exchange Commission juga sedang berlangsung. Para investor mulai menggugat theranos satu per satu, mitra menggugat US$ 100 juta, Walgreens US$ 140 juta. Elizabeth juga telah dituntut dan harus membayar US$ 4,5 juta ke Arizona State di mana sebagian besar pasien telah menerima pengujian. Theranos telah membatalkan hampir satu juta hasil laboratorium dan sepuluh pasien akan menuntut perusahaan, tetapi yang mengejutkan di antara semua ini Elizabeth tidak pernah meminta maaf untuk kesalahan yang Dia perbuat. Elizabeth dan Sunny sama-sama melakukan kebohongan kepada investor, klien mereka, pasien, pemerintah, dan bahkan dewan mereka sendiri tidak ada orang di luar yang dapat disalahkan karena tidak menyadari penipuan ini. Bahkan dewan direksi yang terdiri dari profesional berpengalaman dimanipulasi untuk memberi Elizabeth 99,7% dari hak suara.


Dia adalah sosiopat yang bersedia untuk membuat perusahaannya sukses tidak peduli siapa atau apa yang menghalangi jalannya dan siapa yang tahu seberapa jauh kebohongan dia bisa buat, jika dia melanjutkan perusahaan tersebut. Kesalahan lain adalah efek ilusi di mana jika Anda mengulangi berbohong cukup banyak orang mulai mempercayainya terutama jika Anda di topang oleh pemilik nama yang kredibel. SEC menghukum Elizabeth Holmes Maret tahun 2018 dia kehilangan kendali suara, harus memberikan bagiannya dari saham, dan dilarang menjadi pejabat direktur perusahaan publik mana pun selama sepuluh tahun. Sunny masih belum mencapai kesepakatandengan SEC. Sunny dan Elizabeth telah didakwa atas tuntutan pidana dalam gugatan yang sedang berlangsung, mereka berdua mengaku tidak bersalah dan masing-masing menghadapi 20 tahun penjara. Theranos dibubarkan pada September 2018.


Begitulah cerita dari "the next Steve Jobs" dan salah satu perusahaan yang pernah punya valuasi US$ 9 milliar hingga akhirnya dibubarkan.