• DailyBytes

Thai Oil Jadi Investor Baru Chandra Asri

Chandra Asri Petrochemical memilih Thai Oil Public Company Limited (Thai Oil) sebagai investor strategis.

Chandra Asri Petrochemical, baru saja mengumumkan perusahaan yang memproduksi bahan baku plastik tersebut telah memilih Thai Oil Public Company Limited (Thai Oil) sebagai investor strategis dalam rencana bisnis perusahaan. Thai Oil dari Thailand akan menjadi pembeli siaga dari rencana penambahan modal Chandra Asri. Chandra Asri akan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) untuk penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue yang akan diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Investasi suntikan dana ke Chandra Asri akan dilakukan melalui anak perusahaan yang ditunjuk Thai Oil yang akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam rights issue.

Logo Thai Oil
Foto: Logo Thai Oil, Source: Wikipedia

Siapa Thai Oil ini?

Thai Oil Public Company Limited (Thaioil) adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1961 yang awalnya merupakan perusahaan swasta dengan kapasitas produksi kilang minyak 35.000 barel per hari. Kemudian setelah menjadi perusahaan publik, Thaioil semakin berkembang dan kini menjadi operator kilang minyak terbesar di Thailand dengan produksi mencapai 275.000 barel per hari. Selain kilang minyak, Thaioil juga terlibat dalam bisnis petrokimia dan pelumas yang merupakan segmen dengan pendapatan terbesar kedua setelah minyak. Bisnis perusahaan lainnya termasuk pembangkit listrik dan transportasi pengiriman.


Thaioil juga menjalin kerja sama dengan dua perusahaan minyak besar lainnya di Thailand, yakni Shell Thailand dan Caltex Thailand, yang juga merupakan pembeli produk yang telah diolah di kilang minyak mereka. Dalam laporan tahunannya, Thaioil mencatat pendapatan sebesar 242,64 miliar baht Thailand (฿) pada tahun 2020 atau setara dengan Rp. 106,76 triliun dengan rugi bersih 3,30 miliar baht setara dengan Rp 1,45 triliun.


Berapa besar investasi Thai Oil?

Thai Oil bersama SCG Chemical akan berinvestasi hingga US$ 1,3 miliar atau setara Rp 19 triliun dan akan mengakuisisi 15% saham CAP setelah rights issue. Jika Final Investment Decision (FID) untuk anak usaha Chandra Asri yang ditargetkan pada 2022 dianggap berhasil, maka Thaioil dan SCG Chemicals secara bersama-sama dapat menambah investasi hingga US$ 0,4 miliar. Dengan demikian, total investasi yang dilakukan Thaioil dan SCG Chemical mencapai US$ 1,7 miliar atau setara Rp 24,65 triliun. Dana yang diperoleh akan digunakan oleh Chandra Asri untuk mengembangkan dan membangun kompleks petrokimia terintegrasi CAP kedua secara global oleh anak perusahaannya, PT Chandra Asri Perkasa (CAP2) yang diproyeksikan akan selesai pada tahun 2026.