• DailyBytes

Streaming Services Jadi Salah Satu Bisnis Paling Banyak Dipakai Saat Pandemi

Netflix dan Disney+ merupakan salah dua dari bisnis streaming services yang sangat diminati di Amerika, ini menjadikan bisnis streaming services sangat menguntungkan. Melihat peluang ini, banyak perusahaan yang meluncurkan layanan streaming saat pandemi, diantaranya NBCUniversal, ViacomCBS, WarnerMedia, dan Discovery yang baru diluncurkan selama pandemi.

Dari banyaknya streaming services tersebut, produk manakan yang paling banyak di gunakan?

Logo Netflix
Foto: Logo Netflix, source: gatgetren

Netflix adalah salah satu platform layanan streaming yang memiliki 208 juta pelanggan berbayar, dengan 74,4 juta pelanggan di AS dan Kanada. Pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) untuk AS dan Kanada adalah sekitar US$14,25. Netflix membagi pelanggan berbayar dan ARPU untuk wilayah AS-Kanada, EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), Amerika Latin, dan Asia-Pasifik. Di Indonesia biaya langganan Netflix dimulai dari Rp. 50.000 hingga Rp. 180.000. Rekomendasi tontonan jika anda memtusukan untuk berlangganan Netflix diantaranya Lupin, Sweet Tooth, Love Death & Robots, Orange is the New Black, dan masih banyak lainnya.

Disney Streaming Services
Foto: Disney+, ESPN+, dan Hulu, source: accelerate tv

Disney tidak hanya memiliki satu layanan streaming, namun tiga layanan sekaligus yang memiliki fokus masing-masing, yaitu Disney+ untuk film, Hulu untuk TV, dan ESPN+ untuk divisi olahraga.

Disney+ memiliki 103,6 juta pelanggan, dengan ARPU global sebesar US$ 3,99 dan Hulu memiliki 2 layanan (SVOD dan SVOD+TV) dengan 37,8 juta pelanggan dan ARPU sebesar US$ 12,08 untuk SVOD dan 3,8 juta pelanggan dengan biaya berlangganan sebesar US$ 81,83. Terakhir, ada ESPN+ yang memiliki 13,8 juta pelanggan, dengan ARPU US$ 4,55. Anda juga bisa mendapatkan budle ketiganya dengan harga US$19.97 (dengan iklan) atau US$25.97 (tanpa iklan). Di Indonesia Hulu dan ESPN+ belum banyak diminati, berbeda dengan Disney+ karena mereka banyak menggarap film hits Indonesia. Ada 2 cara mendapatkan Disney+ Hotstar langganan langsung dan bundling Telkomsel. Untuk biaya langganan dikenakan Rp 39.000 per bulan atau Rp. 199.000 per tahunnya, sedangkan untuk Telkomsel diberikan akses dan kuota Telkomsel dengan harga yang beragam.

Logo HBO
Foto: Logo HBO, source: pngitem

Layanan streaming HBO dan HBO Max memiliki 63,9 juta pelanggan global sejauh ini, dengan 44,2 juta di AS. Dimana ARPU dipatok US$ 11,72 per bulan. Di AS, beberapa pelanggan TV berbayar mendapatkan HBO Max secara gratis karena mereka sudah membayar HBO. Di Indonesia HBO dapat di beli sepaket dengan Mola TV atau layanan TV kabel konvensional. Mungkin salah satu alasan Anda berlanganan HBO adalah untuk menonton serial TV FRIENDS.

Prime Video
Foto: Amazon Prive Video Logo, source: logo.wine

Amazon Prime Video memiliki lebih dari 200 juta pelanggan global. Dimana biaya keanggotaannya adalah US$ 12,99 per bulan, US$ 119 per tahun. Amazon Prime Video juga dapat diakses hampir di semua perangkat keras, seperti TV pintar, pemutar streaming, konsol game, tablet, dan telepon genggam. Rp. 89.000 per bulan adalah biaya yang harus Anda keluarkan jika ingin berlangganan layanan dari Amazon ini.


Lalu ada beberapa streaming services yang baru naik daun saat pandemi, seperti Peacok dari NBCUniversal induk perushaan CNBC, lalu ViacomCBS yang memiliki servis Paramount+, layanan streaming Starz milik Liongate, dan Dicovery channel yang meluncurkan Discovery+. Jangan lupa juga ada Apple TV yang diberikan satu tahun secara cuma-cuma kepada para pembeli Iphone baru, jika masa uji coba telah habis pengguna akan dikenakan biaaya US$ 4.99 per bulannya.


Dengan banyaknya layanan streaming yang tersedia dan industri hiburan yang sangat besar nilainya bukan tidak mungkin kita akan melihat berbagai macan layanan lagi dari pemimpin industry dimasa yang akan datang.