• DailyBytes

Startup Unicorn di Indonesia Akan Mulai Berkubu

Meningkat pesat ekosistem startup di Indonesia akan membuat Indonesia menjadi medan pertempuran bagi startup di Tanah Air yang di topang oleh investor asing.

Startup yang besar di Indonesia dapat dibagi menjadi dua bagian, ride-hailing dan e-commerce dan menurut Managing Partner IndoGen Capital Chandra Firmanto, arah seluruh persaingan di Tanah Air saat ini adalah digital banking yang dibangun melalui kepemilikan ekosistem di sektor konsumer dan ride-hailing.

Startup Wars
Foto: Startup Wars, Source: Medium

Digital banking

adalah persaingan besar yang dituju oleh startup unicorn di Indonesia:

  • Ekosistem GoTo bersama Bank Jago

  • Grup Emtek atau Elang Mahkota Teknologi bersama Bukalapak dan Grab

  • Bank Seabank Indonesia yang dukung oleh Sea Ltd, investor Shopee

  • Akulaku dengan Bank Neo Commerce

  • Kredivo bersama Bank Bisnis International

  • dan mungkin masih banyak lagi unicorn lain yang akan masuk ke bank digital ini.

"Yang membuat kubu paling kuat adalah GoTo, Bukalapak dengan Grab, dan yang terakhir Shopee," kata Chandra. Bahkan menurut dia, ketiga kutub itu belum selesai. Masih ada Akulaku, Kredivo, lalu investor-investor kakap dari luar negeri akan menciptakan ekosistem digital. Dia menyebut salah satunya Amazon dan perusahaan digital asal India.


Asing pun tidak mau kelewatan

terutama khususnya grup SEA atau Sea Limited (Sea Group), induk perusahaan e-commerce Shopee, yang sahamnya tercatat di New York Stock Exchange (NYSE). Sea Ltd resmi menganeksasi PT Bank Kesejahteraan Ekonomi atau dikenal sebagai Bank BKE dan mengubahnya menjadi bank digital pada 10 Februari 2021. Nama BKE kini menjadi PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank). Sea Group semakin agresif setelah pada awal Desember 2020, grup bisnis asal Singapura ini baru saja mendapatkan lisensi full digital banking oleh otoritas moneter Singapura, bersama dengan konsorsium Grab-Singtel.