• DailyBytes

Siap-Siap Harga Smartphone Baru akan Naik Tahun Depan

TSMC, perusahaan chip asal Taiwan yang memasok ke perushaaan seperti Apple dan Qualcomm akan menaikan harga mereka.


TSMC Building
TSMC building, Source: INews

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) kemungkinan akan menaikkan harga chip mereka karena kekurangan pasokan dan permintaan yang tinggi. Kenaikan harga semikonduktor sebenarnya sudah terjadi sejak akhir kuartal terakhir tahun 2020, namun TSMC baru mengambil langkah untuk menaikkan harga saat ini. Perusahaan tertinggal dari United Microelectronic, nomor tiga dunia yang sekarang mengenakan biaya lebih dari rekan senegaranya untuk sejumlah layanan.


Why?

Keputusan mantan presiden AS Donald Trump yang masih dilanjutkan oleh presiden AS saat ini, Joe Biden, telah membatasi bisnis produsen chipset asal China, yakni Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC). Masalah SIMC memaksa pelaku industri untuk mengalihkan produksi ke Taiwan Semiconductor Manufacturing Co atau TSMC. Namun perusahaan chipset tersebut akhirnya kewalahan dengan pesanan.


Alasan lain adalah meningkatnya biaya material dan logistik, serta persaingan dari pembuat perangkat untuk mengamankan pasokan chip. TSMC dikenal menguasai lebih dari sebagian pasar global, perusahaan juga membuat chip untuk Apple, Nvidia, dan Qualcomm.


Apple:

CEO Apple Tim Cook mengatakan ada 'kendala pasokan' yang mempengaruhi penjualan iPhone dan iPad. Dia mengatakan kekurangan tidak menimpa prosesor bertenaga tinggi. Tetapi pada apa yang disebut 'legacy node' atau chip yang melakukan fungsi sehari-hari seperti mengemudi tampilan atau decoding audio dan juga dapat diproduksi menggunakan alat lama.


Tim Cook juga memperingatkan kekurangan pasokan akan mempengaruhi iPad dan Mac. Pada bulan April, Apple mengatakan kendala pasokan bisa menjadi hambatan penjualan US$3-US$4 miliar (Rp43,4 - Rp57,9 triliun). Namun Cook mengatakan Apple mampu menavigasi dan mengurangi dampak ke lebih rendah dari yang diharapkan.


Key Takeaways:

TSMC mengatakan pasokan chip yang ketat kemungkinan akan berlanjut hingga 2022. Itu berarti kita akan merasakan kelangkaan produk dari industri otomotif hingga smartphone. Hal ini memungkinkan harga smartphone bekas naik karena pelanggan tidak bisa membeli smartphone baru, seperti yang terjadi di industri otomotif dimana harga mobil bekas melambung tinggi.