• dailybytes1

Sektor Potensial untuk Kredit Perbankan

Masih banyak sektor ekonomi di Indonesia yang masih bisa digarap oleh perbankan lewat layanan kredit mereka.

Kredit
Foto: Kredit, Source: BPR WM

Pandemi Covid-19 berdampak serius pada perekonomian. Banyak perusahaan di berbagai sektor mengubah rencana mereka dan berusaha bertahan di tengah ketidakpastian. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, di tengah situasi sulit ini, masih ada beberapa sektor yang berpotensi bertahan, dan bisa tumbuh lebih cepat saat pandemi berakhir. Menurutnya, beberapa sektor tersebut layak dilirik oleh perbankan, terutama dalam penyaluran kredit.


Sektor:

  • Pertanian

  • Pertambangan

  • Telekomunikasi

  • Kesehatan

Merupakan sektor yang paling baik untuk dijalankan. Sedangkan untuk industri dasar, pariwisata, penerbangan, masih harus menunggu sampai mobilitas masyarakat pulih dan daya beli masyarakat juga meningkat.


Sektor komoditas juga patut dilirik, pemulihan ekonomi global membuat harga komoditas pertambangan dan pertanian naik. Industri global meningkatkan operasinya, dan berdampak pada permintaan komoditas dari Indonesia. Menurut dia, sektor-sektor tersebut juga bisa naik lebih cepat dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Nailul juga mengingatkan, sebelum kredit melonjak, akan ada jeda antara pemulihan permintaan dan penyaluran kredit. Namun, pertumbuhan permintaan kredit tahun ini menunjukkan sinyal positif bagi pemulihan permintaan kredit.


Lonjakan kredit

Pandemi Covid-19 yang semakin terkendali ditambah dengan gencarnya vaksinasi membuat perekonomian Indonesia mulai pulih. Terakhir, produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 7,07% pada kuartal kedua tahun 2021. Pertumbuhan yang lebih cepat diyakini akan terjadi pada akhir tahun 2021 dan berlanjut pada tahun 2022. Maka dari itu pemerintah Indonesia mengeluarkan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang disalurkan kepada 12 BUMN, salah satu sektornya adalah sektor perbankan.


PMN ini diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca Covid-19, terutama untuk melanjutkan proyek-proyek yang sedang berjalan. Di sektor perbankan, tambahan modal ini diperlukan untuk mendukung permintaan kredit pasca pandemi Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi. Pemerintah memutuskan untuk memberikan PMN kepada 2 bank BUMN, yakni Bank Negara Indonesia Rp 7 triliun dan Bank Tabungan Negara Rp 2 triliun.


Dana tersebut nantinya akan digunakan BNI untuk menggenjot kredit yang telah diberikan kepada masyarakat. Penyaluran KUR BNI mengalami peningkatan sebesar 75% YoY dari sisi volume penyaluran dan 43% YoY dari jumlah UMKM dan kelompok usaha kecil lainnya. Hingga Juli 2021, realisasi penyaluran KUR BNI di sektor pertanian mencapai Rp 5,1 triliun yang dirasakan oleh 116.427 penerima KUR di seluruh Indonesia.