• dailybytes1

Robot adalah Buruh Tani yang Baru

Raksasa mesin pertanian Deere & Company mengakuisisi Bear Flag Robotics seharga US$250 juta.

Pergantian pekerjaan oleh robot bukan hanya akan terjadi pada kasir dan para pekerja gudang, tetapi akan menyambangi pertanian sebentar lagi. Baru-baru ini Raksasa mesin pertanian asal Amerika Serikat, John Deere, mengakuisisi Bear Flag Robotics seharga US$250 juta.

Traktor John Deere
Foto: Traktor John Deere, Source: John Deere

Kekurangan tenaga kerja

Sangat sulit untuk menemukan tenaga kerja yang berkualitas. Tenaga kerja semakin tua. Mereka meninggalkan negara itu dan pergi ke industri lain, kata salah satu pendiri Bear Flag Robotics Aubrey Donnellan.


Pertanian adalah salah satu dari beberapa kategori robotika yang mengalami lonjakan minat pada tahun lalu, karena kekurangan tenaga kerja, hal ini diperburuk oleh pandemi global. Pekerjaan pertanian diproyeksikan tumbuh hanya 1% dari 2019 hingga 2029, lebih lambat dari pekerjaan lain, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS.


John Deere development

Deere pertama kali memasang teknologi GPS di mesinnya pada tahun 1993 untuk membuat peta ladang petani yang lebih presisi. Lalu:

  • Tahun 1999: membuat traktor yang dipandu sendiri, walaupun petani masih didalam kabin, tetapi mereka bisa fokus pada detail lain, seperti menanam.

  • Tahun 2011: perusahaan menghubungkan mesin-mesin itu ke internet, memberi para petani akses ke data telematika untuk membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat.

  • Tahun 2015: Deere membeli Blue River Technology, yang sistem "lihat dan semprot" hemat biayanya menggunakan kamera dan deep learning untuk mengidentifikasi tanaman secara individual. Jika melihat rumput liar, ia akan menyemprotnya dengan pestisida. Jika melihat tanaman yang tidak sehat, bisa memberikan pupuk.

Kini, dengan otonomi penuh yang dibawa oleh Bear Flag Robotics, para petani bisa menggarap ladang mereka tanpa seorang pun di dalam traktor.