• DailyBytes

QR Code Tidak Akan Hilang Walau Pandemi Usai

Penggunaan QR Code untuk melihat menu dan pembayaran cashless sangat membantu dikala pandemi dan akan ada semakin banyak perusahaan yang mengadopsinya.

Ketika kita pertama kali masuk restauran saat lockdown di buka pasti anda akan mehilat meja yang hanya ada hand sanitizer dan sebuah kotak putih dengan titik titik hitam. Anda mungkin bertanya kepada pelayan dan meminta menu untuk memesan, tetapi pelayan bilang "scan disini ya bu," ya, kotak putih dengan titik hitam tersebut adalah QR Code yang sekarang sudah lazim dimanapun dan mungkin tidak akan hilang dimasa yang akan datang.

Orang melakukan scan menu QR code
Foto: Scan QR Code,Source: Digital Trends

Quick Respond Code

adalah barcode dua dimensi yang dapat menyimpan data untuk pencari, pengidentifikasi, atau pelacak yang mengarah ke situs web atau aplikasi dan dapat dibuka secara cepat dengan kamera telefon pintar. Penggunaan QR Code bermacam-macam mulai dari login ke website, terhubung dengan Wifi, pembayaran hingga yang terbaru menu di restoran.


Pembacaan QR Code lewat kamera

pertama kali diterapkan oleh Apple pada tahun 2017 tanpa menggunakan aplikasi tambahan, kini dengan adanya pandemi membuat beberapa perusahaan yang menggunakan sistem operasi Android mengambil langkah yang sama seperti Apple.


Data sejak awal pandemi menunjukkan pedagang semuanya ada di:

  • 50% dari semua restoran di AS telah menambahkan menu kode QR.

  • PayPal telah menambahkan pembayaran kode QR ke ~1 juta bisnis kecil.

  • CVS menambahkan pembayaran kode QR di 8.2k lokasi di AS.

QR Code menawarkan manfaat untuk restoran di luar transaksi tanpa sentuhan — termasuk penghematan 30% hingga 50% untuk biaya tenaga kerja dan peningkatan ukuran pesanan, dilansir dari NYT.


Walau membantu bisnis menjadi lebih modern dan menahan laju virus COVID 19, ada hal lain yang perusahaan pengguna QR Code kejar, itu adalah...


Data Anda

Menu kode QR menggunakan cookie untuk menangkap dan melacak data pelanggan. Ini memungkinkan restoran untuk menyimpan data pembelian bersama dengan informasi kontak dan pembayaran. Walau data ini tidak terlalu menarik tetapi berfungsi sebagai pemasaran yang sangat dipersonalisasi, juga, ya kita semua tau, data yang perusahaan kumpulkan bisa pergi kemana saja. Kritikus mengklaim ini, membuat pelacakan online jadi ke dunia nyata, dan bisa menjadi langkah pertama menuju pelacakan konstan tanpa beraktifitas di Internet. Terlepas dari masalah privasi, adopsi QR Code akan tumbuh karena lebih banyak perusahaan/retoran mencoba mendapatkan bagian dari data Anda.