• DailyBytes

Prenetics Ingin IPO di Amerika Serikat via SPAC

Prenetics, startup asal Hongkong, yang masuk dalam portofolio investasi Multipolar, berencana untuk SPAC dengan potensi penawaran umum mencapai US$ 459 juta.


Prenetics
Prenetics, Source: KataData

Perusahaan startup asal Hong Kong, Prenetics, yang masuk dalam portofolio investasi emiten Grup Lippo, Multipolar, berencana melakukan penawaran umum perdana (IPO) di bursa Amerika Serikat. Prenetics merupakan perusahaan unicorn yang bergerak di bidang laboratorium dan bisnis kesehatan dengan valuasi US$ 1,25 miliar atau setara dengan Rp. 17,81 triliun.


The Detail:

Perusahaan melakukan merger dengan Artisan Acquisition melalui Special Purpose Acquisition Company (SPAC) dengan nilai US$ 1,7 miliar atau 24,22 triliun. Rencananya, Prenetics akan tercatat di bursa Nasdaq dengan potensi penawaran umum US$ 459 juta atau Rp 6,54 triliun.


Are they sure?

Saat ini di melantai di bursa melalui SPAC sudah cenderung terlalu banyak. Euforia di SPAC perlahan mulai menurun seiring dengan turunnya harga saham yang IPO dengan cara ini.


Berdasarkan pencarian Reuters, lebih dari 100 SPAC mengumumkan merger tahun ini, rata-rata, hanya membukukan kenaikan kurang dari 2% dari harga perdagangan masing-masing ketika mereka pertama kali terdaftar di bursa. Padahal di periode yang sama, median pertumbuhan harga saham S&P 500 tercatat 15% per Mei tahun ini. Artinya, saham yang diperdagangkan melalui SPAC memiliki keuntungan yang lebih rendah dibandingkan saham yang diperdagangkan melalui skenario biasa.


Di sisi lain, otoritas bursa di AS juga berniat memperketat aturan SPAC, yang merupakan faktor negatif yang semakin meredupkan gengsi SPAC. Alhasil, belakangan ini beberapa perusahaan yang berniat menggalang dana melalui SPAC terpaksa membatalkan rencananya.