• DailyBytes

Perusahaan Ingin Mengganti Microsoft Excel

Banyak Chief Finance Officer (CFO) ingin mengganti Microsoft Excel dengan perangkat lunak yang baru. Karena pekerjaan jarak jauh telah mengungkap kelemahan Microsoft Excel.

Selama bertahun-tahun, para kepala keuangan di seluruh negeri telah mencoba untuk menggantikan Microsoft Excel dengan perangkat lunak yang lainnya. Sebagai tanggapan, karyawan pada dasarnya mengatakan: "Tidak, kami baik-baik saja."

Alternatif Microsoft Excel
Foto: Alternatif Excel, Source: Klikmania

Hal ini mungkin berubah sekarang…

… karena pekerjaan jarak jauh membuat kelemahan Excel terlihat jelas, menurut The Wall Street Journal. CFO memaparkan 3 masalah utama yang dimiliki of perangkat lunak milik Microsoft tersebut:

  • Tim menggunakan Excel untuk tugas yang tidak sesuai.

  • Entri data manual di Excel memakan waktu.

  • Pekerjaan jarak jauh telah menyebabkan lebih banyak kesalahan tidak diperhatikan.

Akibatnya, perusahaan mencari platform yang dapat mengumpulkan dan analisis data secara otomatis, perangkat lunak seperti SAP, Oracle, Anaplan, dan Workiva menjadi alternatif bagi para CFO.


Menyingkirkan Excel membawa tantangannya tersendiri

Levi Strauss & Co., yang mengganti beberapa tugas Excel dengan alat AI baru, memperkirakan transisi akan memakan waktu 2 tahun, dengan perubahan pertama akan berlaku pada awal 2022, menurut WSJ. Di luar waktu yang dibutuhkan untuk menerapkan solusi baru, ada kurva pembelajaran bagi karyawan. Sebagian besar profesional keuangan tumbuh di Excel, yang didirikan pada tahun 1985.


Excel dianggap sebagai "bahasa pemrograman" paling populer di dunia dengan ~ 750 juta pengguna di seluruh dunia (sebagai perbandingan, hanya ada 10,7 juta pengguna Javascript pada 2018).


Walau dengan banyaknya kelemahan Microsoft Excel, perusahaan akan sulit untuk bertransisi karena membutuhkan kurva pembelajran yang tidak sebentar.