• DailyBytes

Perubahan Regulasi China Buat Investor Takut Ambil Aksi

Dalam bebrapa minggu terakhir, pemerintah China sangat tegas dan keras terhadap perusahaan teknologi mereka dengan mengubah UU dan Regulasi.

Jack Ma juga salah satu yang terkena imbasnya.
Foto: Jack Ma (Founder Alibaba), Source: WSJ

China terus menekan industri teknologi negara itu. Pemerintah sekarang sedang menyusun undang-undang baru tentang keamanan nasional, inovasi teknologi, monopoli dan pendidikan yang melibatkan orang asing. Peraturan ini juga akan mencakup bidang ekonomi digital China termasuk "keuangan internet, kecerdasan buatan, data besar, komputasi awan, dan lainnya" juga akan ditinjau. Selama ini aturan di sektor ini cukup longgar sehingga memunculkan perusahaan teknologi raksasa asal China.


Langkah pembatasan

dilakukan oleh regulator China untuk membatasi pertumbuhan bisnis, seperti melarang aplikasi DiDi atau melarang perusahaan bimbingan belajar mengajar kurikulum tertentu, serta meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan asuransi online dan fintech. Semua regulasi dan pembatasan ini mengakibatkan seluruh kombinasi perusahaan China kehilangan valuasi sebesar US$ 1,4 triliun (per 3 Agustus 2021) setelah berpuncak di bulan Februari 2021 dengan kenaikan hampir 200% jika dibandingan dengan Februari 2020.


Sempat dikatakan sebagai tempat untuk investasi karena perkembangan ekonominya, kini banyak...


...investor yang mundur dari ranah tersebut:

  • Kelvin Tay dari UBS Global Wealth Management memperingatkan pasar China bisa menghasilkan kerugian lebih lanjut dari sini. Dia mengatakan dana institusional saat ini memutuskan apakah mereka ingin melikuidasi atau mengakumulasi lebih banyak saham China.

  • India, manjadi arus masuk dana yang dialihkan dari China karena tindakan keras terhadap perusahaan teknologi domestik itu telah menakuti pasar, menurut investor veteran Mark Mobius.

  • "Saya mendorong perusahaan startup saya untuk tidak melakukan bisnis di China atau saya tidak berinvestasi di perusahaan rintisan China saat ini," kata mantan CEO Cisco John Chambers yang sekarang menjadi pendiri dan CEO JC2 Ventures.

  • SoftBank Group Corp akan menghentikan investasinya di China sambil menunggu tindakan regulasi terhadap perusahaan teknologi negara itu, kata Chief Executive Masayoshi Son

  • Perusahaan ekuitas swasta sedang memikirkan kembali strategi mereka di China karena tindakan keras peraturan yang meluas pada beberapa sektor terpanas di negara itu.