• DailyBytes

Perkembangan Positif Industri Asuransi

Total aset yang dikelola oleh dalam industri asuransi mencapai Rp 1.491 triliun naik dari bulan Februari sebesar Rp 1.450 triliun.

Gedung OJK
Gedung OJK, Source: Merdeka

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor jasa keuangan tetap stabil dengan data hingga akhir Juli menunjukkan angka pertumbuhan positif seperti di industri asuransi yang asetnya mencapai Rp 1.491 triliun atau sekitar 9 persen (yoy). Total premi pada bulan Juli mencapai Rp. 293,02 triliun, sedangkan jumlah klaim sebesar Rp. 181,09 triliun.


The Breakdown:

Porsi terbesar masih dipimpin oleh asuransi sosial yang hanya terdiri dari dua perusahaan, yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Total aset jaminan sosial mencapai Rp 585,88 triliun. Aset ini dibagi menjadi:

  • Surat berharga yang diterbitkan Negara RI atau mencapai Rp 257,91 triliun.

  • Investasi saham sebesar Rp 88,95 triliun

  • Reksadana sejumlah Rp 39,10 triliun.

Kedua, asuransi jiwa konvensional dengan total aset Rp 555,85 triliun yang terbagi atas investasi Rp 490,81 triliun dan bukan investasi Rp 65,04. Aset asuransi umum konvensional mencapai Rp 184,82 triliun pada Juli. Terakhir, aset reasuransi konvensional senilai Rp 29,17 triliun dengan investasi Rp 16,73 triliun.


Future:

Menghadapi tantangan industri asuransi ke depan, OJK juga tengah mempersiapkan regulasi Teknologi Asuransi (insurtech) yang akan mengatur jenis produk dan layanan yang dapat dijual oleh perusahaan pialang asuransi digital, standar teknologi informasi, serta kualifikasinya. sumber daya manusia manajemen TI.


OJK juga sedang menyiapkan surat edaran tentang Paydi (Produk Asuransi Terkait Investasi), yang akan mengatur kriteria perusahaan yang memasarkan Paydi, desain Paydi, pedoman pengelolaan Paydi, keterbukaan informasi dan pemasaran, serta pelaporan Paydi. Untuk meningkatkan pengawasan kepemilikan surat berharga oleh perusahaan asuransi, OJK juga menyiapkan dashboard kepemilikan surat berharga perusahaan asuransi dan dana pensiun.