• DailyBytes

Perang Diluar Metaverse

Apple yang telah lama menjadi raja teknologi smartphone, mungkin akan longsor karena teknologi AR/VR milik Meta.


Metaverse
Metaverse, Source: The Coversation

Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa di Sillicon Valley bukan hanya berlomba-lomba untuk membuat metaverse, seperti Microsoft dan Meta, tetapi mereka juga berlomba untuk membuat perangkat canggih untuk membuat dunia tersebut menjadi kenyataan.


Meta:

Pergantian nama perusahaan dari Facebook menjadi Meta sudah menunjukan keseriusan perusahaan untuk menjadi pemain pertama dan pempimpin pasar yang baru ini. Dengan investasi sebesar ~ $ 10 miliar dalam VR dan perangkat keras terkait metaverse, akan membuat mereka lebih cepat untuk memasuki lini bisnis ini.


Untuk menopang dunia virtualnya Meta telah memiliki sebagian besar perlengkapan yang dibutuhkan, beberapa diantaranya adalah:

  • Headset VR Oculus dengan model Rift dan Quest

  • Facebook Portal layar pintar dan telepon video untuk menjalankan Messenger dan WhatsApp

  • Spark AR, divisi Meta yang berfungsi untuk mendesain filter Augmented Reality.

  • Kacamata pintar kolaborasi antara Rayban dan Facebook.


Microsoft:

Microsoft pun tidak mau kalah, beberapa hari setelah Meta mengumumkan ruang kerja virtual, Microsoft menyusul dengan mengintegrasikan platform Mesh ke Microsoft Teams yang membuat rapat kerja menjadi lebih mendalam dan kolaboratif. Perusahaan juga disebutkan memiliki investasi yang paling dalam untuk metaverse.


Microsoft memiliki headset mixed realitynya sendiri (kombinasi antara VR dan AR) yang bernama Hololens, yang lebih banyak ditujukan kepada bisnis lain karena harganya yang cukup tinggi.


Google:

Google belum memiliki metaverse mereka sendiri seperti Meta dan Microsoft, tetapi menurut kabar terbaru, Google berencana untuk mengembangkan Project Starline. Project Starline merupakan metode komunikasi video eksperimental yang memungkinkan pengguna melihat model 3D dari orang yang berkomunikasi dengan mereka.


Avatar tersebut dapat berbicara secara alami, memberi isyarat, dan melakukan kontak mata layaknya manusia secara langsung, dengan memanfaatkan pembelajaran mesin, audio spasial, visi komputer, dan kompresi waktu nyata untuk menciptakan efek 3D. Lebih kerennya lagi teknologi ini mungkin tanpa pengguna mengenakan headset VR. Karena hingga saat ini Google hanya memiliki satu headset VR yaitu Google Cardboard.


Apple:

Apple memang belum memiliki atu berencana untuk membuat dunia virtual mereka sendiri, tetapi telah berencana untuk membuat headset VR yang kemungkinan dinamakan Apple Glasses pada tahun depan. Belum ada detail lebih lanjut tentang proyek ini, tetapi Apple akan mentargetkan pasar bisnis untuk memasarkan produk VR mereka, sama seperti yang dilakukan oleh Microsoft dengan headset VR HoloLens mereka.