• DailyBytes

Karena Kasus, Pengguna Zoom Bisa Mendapatkan Re-Fund

Zoom membayar denda sebesar US$ 85 juta karena kasus penyalahgunaan data dan privasi, yang akan dibayarkan kepada pelanggan.

Penggunaan video konfrensi saat pandemi sangat krusial sehingga platform seperti Zoom, Meet, dan Webbex sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Pengguna Zoom meroket dari 10 juta pengguna sehari menjadi 200 juta pengguna, dan sepertinya Zoom belum siap dengan lonjakan penggunanya tersebut, "Kami menyadari bahwa kami telah gagal memenuhi harapan privasi dan keamanan komunitas" kata CEO Zoom, Eric Yuan. Dengan fakta tersebut ada 14 klaim diajukan terhadap Zoom di bulan Maret hingga May 2020 dan kemudian dikonsolidasikan menjadi satu gugatan.

Zoombomb
Foto: Zoombomb, Source: Positively Osceola

Zoombombing

adalah istilah yang diciptakan oleh TechCrunch tahun lalu ketika penggunaannya meledak karena pandemi, menggambarkan peserta yang tidak disetujui memasuki dan mengganggu panggilan Zoom. Hal ini menjadi prank yang dilakukan oleh Conan O' Brian salah satu host talkshow di AS untuk keperluan acara.


Tetapi banyak dari para Zoombombers yang masuk ke panggilan Zoom dengan membagikan gambar yang menyinggung, menggunakan latar belakang untuk menyebarkan pesan kebencian atau melontarkan cercaan dan kata-kata kotor.


Masalah yang di bahas

dibanyak laporan yang dibuat oleh para pengguna adalah:

  • Tidak menjaga keamanan dan privasi penggunanya, memungkinkan peretas melakukan rapat Zoombomb.

  • Berbagi data dengan pihak ketiga seperti Facebook dan Google.

Jika laporan di terima oleh pengadilan federal maka pelanggan Zoom dapat menerima pengembalian dana 15% atau US$25. Non-pelanggan dapat mengajukan pengembalian dana US$15.


Zoom mengatakan akan mengambil langkah-langkah tambahan untuk mencegah penyusup. Ini termasuk memberi tahu pengguna saat penyelenggara rapat atau peserta lain menggunakan aplikasi pihak ketiga dalam rapat dan menawarkan pelatihan khusus kepada karyawan tentang privasi dan penanganan data.