• DailyBytes

Pendanaan Starup Indonesia Semester I/2021

Ada 50 stratup yang mendapatkan pendanaan pada semester satu tahun ini dan pendanaan masih didominasi oleh startup di bidang fintech dengan total 25 pendanaan.

 

Negara tercinta kita, Indonesia, sedang berjuang pulih dari dampak pandemi COVID-19 terutama sektor ekonomi. Perlahan ekonomi kita terus membaik dan berkembang, ini menjadi salah satu alasan mengapa negara kita banyak mendapatkan pendanaan teruatama di sektor finansial teknologi (fintech).

Startup Funding
Foto: Startup Funding, source: vestbee

Ada total 50 startup yang menerima pendanaan dan masing-masing bergerak di bidang fintech, marketplace & e-commerce, software as a service (SaaS), logistik, agritech, dan ed-tech. Beberapa pendanaan berupa lini kredit bagi para fintech keuangan dan pembiayaan yang terbilang telah matang, lainnya berupa Seed funding sampai Series-B. Startup fintech mendapatkan pendanaan terbanyak dengan total 25 pendanaan.


Fintech:

  • Kredivo: US$ 100 juta (Rp. 1,45 triliun) oleh Victory Park Capital Advisors, LLC (VPC)

  • Amartha: I US$ 85.5 juta (Rp. 1,35 triliun) Lendable Inc, Nordfund, WWB dan 3 investor lainnya (Seri C)

  • ALAMI: US$ 20 juta (Rp. 300 miliar) dari AC Ventures, Golden Gate Ventures, dan Quona Capital

  • Pintek: US$ 21 juta (Rp. 314 miliar) oleh Accial Capital

  • Ajaib: US$ 90 juta (Rp. 1,3 triliun) dipimpin oleh Ribbit Capital, Y Combinator Continuity, ICONIQ Capital, dan 10 investor lainnya (Seri A)

  • Bibit: US$ 65 juta (Rp. 942 miliar) oleh Sequoia Capital India, diikuti oleh Prosus Ventures, Tencent dan Harvard Management Company (Seri B)

  • Pluang: US$ 20 juta (Rp. 290 miliar) dari Openspace Ventures dan Go-Ventures.

  • Xendit: US$ 64,6 juta (Rp. 936 miliar) dimpimpin global Accel

  • dan beberapa funding Seri A ke FUNDtastic US$ 7,7 juta, ErudiFi US$ 5 juta

  • serta seed funding ke Wagely US$ 5,6 juta danGajiGesa sebesar US$ 2,5 juta.


113 transaksi di tahun 2020

yang dilakukan oleh pemodal ventura baik lokal maupun internasional dan nilai dari 50 transaksi tersebut mencapai US$3,3 miliar, naik 11% dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencatatkan US$2,96 miliar. Dari total transaksi tersebut, jenis platform fintech menjadi yang terbanyak dengan 18 transaksi, disusul SaaS sebanyak 17 transaksi, e-commerce sebanyak 11 transaksi, ed-tech dan new retail masing-masing 10 transaksi, logistik 8 transaksi, dan lain-lain seperti big data, online media, aquatech, online travel agency, sampai energi dan healthtech.