• DailyBytes

OnlyFans: Tempat Berkarya dan Mencari Uang?

OnlyFans mungkin belum terlalu populer di Indonesia, tetapi platform ini sudah banyak dijadikan tempat mencari uang mudah oleh banyak orang,khususnya para Gen Z di Amerika Serikat.

Sekarang ini banyak platform digital yang dapat membatu kita untuk mendapatkan uang tambahan dengan mengerjakan hobi yang kita miliki atau bahkan bisa mendapatkan penghasilan tetap dengan memanfatkan platform tersebut. OnlyFans adalah salah satu platform yang menyediakan jasa tersebut, untuk detailnya mari kita bahas di bawah.

Logo OnlyFans
Foto: Logo OnlyFans, Source: Websetnet

Apa itu OnlyFans?

Onlyfans adalah membership program platform. Situs ini memungkinkan para pengemar membeli atau memberi tip kepada para kreator. Kreator ini dapat berupa musisi, artis, pengajar, ilustrator, influencer, atau penjual konten dewasa. Ya, satu-satunya hal yang membuat perusahaan yang baru berusia empat tahun, dan tumbuh liar pada tahun 2020 adalah konten dewasa yang dibuat diplatform tersebut.


Sekarang platform tersebut telah memiliki lebih dari 90 juta pengguna dan lebih dari satu juta pembuat konten. Ini adalah distrupsi terbaru di Industri media sosial, dan juga di industri hiburan dewasa. Platform ini memungkinkan selebriti menghasilkan jutaan, influencer dan beberapa orang menjadi fulltimer, dan konsumen menghabiskan uang untuk itu.


Jadi, apakah semua orang menawarkan konten dewasa di OnlyFans? Sebelum kesana mari kita berkenalan dengan sang pendirinya terlebih dahulu.


Timothy Stokely: raja konten dewasa homemade

Itu lah label yang cocok untuk pendiri OnlyFans, pengusaha Inggris berusia 37 tahun, Timothy Stokely dan sepertinya itu adalah gelar yang pantas ia didapatkan. Sebelum mendirikan OnlyFans, yang dijalankan seperti bisnis keluarga dengan kakak dan ayahnya, seorang mantan bankir Inggris, Stokely mendirikan Customs4U. Platfrom ini menawarkan layanan di mana orang membayar untuk memenuhi fantasi seksual mereka, pelanggan dapat secara langsung membeli video atau foto yang dipersonalisasi dari model favorit mereka di situs ini.

OnlyFans CEO, Timothy Stokely
Foto: Timothy Stokely, Source: The Sun

Dalam wawancara dari tahun 2014, yang diterbitkan di situs media Vocative.com, Stokely menjelaskan cara Customs4U bekerja:

"Misalnya, saya dapat memilih Jane, dan saya dapat memilih kategori "lingerie." Dengan deskripsi, "Hai Jane, saya ingin Anda mengenakan lingerie hitam dan lipstik merah dan sepatu hak tinggi, dan Saya ingin Anda menyebutkan nama saya, Timothy, di sepanjang video." kurang lebih seperti itu cara kerjanya.

Laman Cutom4u
Foto: Laman Custom4u, Source: Autodespair

Stokely mengikuti tren model dan pekerja seks yang menerima permintaan dari pengikut melalui media sosial seperti Twitter. Mereka membangun basis pengikut mereka di sana untuk menjual konten dan layanan mereka di tempat lain. Hal tersebut karena konten eksplisit tidak diperbolehkan di platform seperti Twitter atau Instagram. Jadi Stokely berpikir untuk membuat tempat bagi mereka untuk menjual video dan foto mereka tanpa menggunakan media sosial sebagai langkah perantara dan menawarkan jaminan kepada pelanggan.


Saat dia menjalankan situs tersebut muncullah ide untuk menambahkan sistem membership dan akhirnya melahirkan OnlyFans. Latar belakang perusahaan lebih banyak berasal dari sisi hiburan dewasa daripada media sosial. Namun, kenyataannya adalah bahwa itu telah menjadi semacam campuran dua dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Bagaimana cara kerja OnlyFans?

Untuk menyegarkan ingatan Anda, OnlyFans adalah layanan membership program di mana pengguna dapat menjual konten kepada penggemar mereka dengan biaya bulanan dan menjual konten di OnlyFans hampir sama dengan menjual materi dewasa. Walaupun, tidak semuanya tentang itu, dan mungkin ada peningkatan jumlah orang yang menjual berbagai jenis konten sekarang karena pertumbuhan platform yang sangat masif.


Tidak mengherankan bahwa pengguna pertama yang sukses di platform ini sebagian besar adalah pekerja seks. OnlyFans menawarkan kemampuan untuk dengan mudah memonetisasi pekerjaan mereka tanpa harus masuk ke industri huburan dewasa yang kejam. Di sisi lain, pelanggan mendapatkan seperti "home" media sosial, di mana mereka melihat post yang mereka bayar. Mereka juga dapat mengirim tip dan berinteraksi secara pribadi dengan penyedia konten mereka. Biaya langganan berkisar dari $ 5 hingga $ 50 per bulan. Perusahaan mengambil 20% dari pendapatan para kreator 80%, seperti model Grab/Gojek, tetapi dengan perbedaan besar: kreator menetapkan harga di OnlyFans.

Model Sharing Pendapatan OnlyFans
Foto: Model Bisnis Sharing OnlyFans, Source: Twitter

Jadi, dengan pendapatan dari langganan, ditambah tip dan fitur untuk menjual postingan satu per satu, ini membuat OnlyFans sangat menggiurkan. Salah satu alasan diatas mungkin yang membuat OnlyFans sangat populer pada tahun 2020, tahun di mana banyak orang kehilangan pekerjaan dan beralih ke pekerjaan yang kurang konvensional. Salah satunya menjadi konten kreator di OnlyFans dan berhasil mencari nafkah dengan menjual foto dan video mereka di OnlyFans. Penghasilan teratas dapat menghasilkan ratusan ribu atau bahkan jutaan dolar setiap bulan (rata-rata UMR AS: ~68.000/tahun (2019)). Tapi jangan salah, uang itu tidak mudah. Setidaknya tidak untuk semua orang, dan pasti ada lebih banyak cerita tentang orang-orang yang menghasilkan sedikit atau tidak sama sekali uang darinya. Persaingan sangat ketat sekarang, dan beberapa pendatang baru di platform mempersulit peluang di OnlyFans.


Bella Thorne merusak OnlyFans

Bella Thorne, mantan artis cilik Disney, adalah salah satu selebritas pertama yang mendaftar ke OnlyFans, dan dia mengubah semuanya. Thorne bergabung pada Agustus 2020 dan menghasilkan US$1 juta dalam waktu sekitar satu hari, dan dia menggandakannya di minggu pertamanya. Tapi dia tidak menjual konten yang berbau dewasa, meskipun mengatakan bahwa dia akan, dan dikenakan biaya US$200/gambar. Tentu saja, ribuan pelanggan yang kecewa membanjiri situs dengan permintaan pengembalian dana dan biaya transaksi lainnya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tak lama setelah itu, OnlyFans mengubah beberapa kebijakan yang berdampak pada komunitas.

Bella Throne
Foto: Bella Throne, Source: Aldia News

Untuk memulai, perusahaan tidak memberikan pengembalian uang lagi. Tetapi yang paling penting, mereka menerapkan beberapa batasan pada kreator mereka, seperti membayar setiap bulan, bukan setiap minggu, seperti dulu. Mereka juga membatasi harga langganan sebesar US$50 dan tip sebesar US$100. Hal tersebut membuat marah banyak orang dan menyerang Thorne. Pekerja tidak terima, dan beberapa membuat argumen bahwa dia tidak perlu membuka OnlyFans untuk menghasilkan lebih banyak uang. Tetapi kontroversi tersebut, nyatanya dia orang pertama yang mengekspos platform ini ke seluruh dunia. Selebriti lain mengikuti, seperti rapper terkenal Cardi B, yang kebetulan adalah pekerja seks sebelum berhasil di industri musik. Tyga adalah rapper lain yang dikenal telah menghasilkan jutaan dolar melalui media sosialnya, termasuk OnlyFans.


Semenjak banyaknya artis yang masuk OnlyFans terbentuk trend baru di YouTube "Saya membayar untuk OnlyFans (nama artis) jadi Anda tidak perlu melakukannya". Meskipun kami kira mereka akan menampilkan konten lengkap, tapi sayangnya tidak, mereka hanya menunjukkan reaksi mereka terhadap konten yang mereka beli. Selebriti ini datang bukan menawarkan konten sesnsual melainkan akses eksklusif ke hal-hal pribadi dalam kehidupan dan pekerjaan mereka. Hal ini memudahkan OnlyFans yang ingin melepaskan diri dari image dewasa dan membuatnya lebih mudah diakses oleh semua jenis pengguna.


The Main Idea

Pada titik ini, beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya, siapa yang akan membayar untuk mendapatkan materi dewasa yang secara terang-terangan gratis di web? Di situlah Unique Selling Point (USP) milik OnlyFans yang membedakan mereka dari hiburan dewasa klasik. Model Inggris Danii Harwood telah menjadi salah satu penerima teratas OnlyFans, dan dia telah menjelaskan beberapa aspek dari pekerjaannya di The New York Times:

"Kamu bisa mendapatkan konten dewasa secara gratis. Cowok tidak mau membayar untuk itu. Mereka ingin kesempatan untuk mengenal seseorang yang pernah mereka lihat di majalah atau media sosial. Aku seperti pacar online mereka." Omong-omong, jangan berpikir bahwa hanya wanita yang berkarir di OnlyFans. Pria juga melakukannya, dengan adegan gay yang juga berkembang dan cukup menguntungkan. Yang jelas mayoritas konsumen di platform ini adalah laki-laki. Matthew Camp adalah model OnlyFans lainnyadiketahui telah menghasilkan banyak uang. Dia mengatakan kepada New York Times tentang Tumblr, media sosial lain yang sarat konten dewasa yang hampir mati setelah melarang materi dewasa.

"Tumblr dipenuhi dengan pengalaman dewasa paling ekstrem yang bisa Anda lihat (...), dan saya pikir banyak orang yang terkesima dengan itu (...) Mereka menginginkan pengalaman pacar. Mereka ingin berfantasi tentang seseorang yang mereka sukai. ingin berhubungan seks dan tidak merasa jijik dengannya.".

Situs webcam dan obrolan seks bukanlah hal baru, dan beberapa orang beralih ke situs tersebut untuk memiliki kehidupan seksual secara online. Tetapi situs-situs itu mungkin saja dicap sebagai konten dewasa oleh banya orang. Sebaliknya, OnlyFans menawarkan ini dalam bentuk media sosial, di mana semua jenis pembuat konten dapat mengembangkan hubungan yang lebih intim dengan penggemar mereka. Dan dalam beberapa kasus, mereka bahkan menjadi semacam pendamping virtual. Para model dapat mengenal lebih dekat beberapa penggemar reguler mereka dan mengembangkan hubungan digital yang lebih dekat. Selama mereka tetap membayar biaya bulanan mereka. Facebook, Youtube, TikTok, atau Twitter semuanya memiliki jenis influencer sendiri, yang menjadi terkenal di platform mereka.


Jadi apakah OnlyFans hanya berisi konten dewasa? Tidak. Apakah influencer OnlyFans akan kehilangan lahan pekerjaan mereka? Tidak. Apakah selebriti merusak OnlyFans? Tidak. Apakah OnlyFans platfrom tepat untuk anda membuat konten? Tidak. Semua hal tersebut dapat dilakukan di platfrom membership lainnya seperti Gumroad atau Pateron tetapi kata dewasa sudah melekat dengan OnlyFans dan sulit untuk dipisahkan. OnlyFans memang mengubah permainan di industri hiburan dewasa, ya, hanya hal itu yang pasti diubah oleh OnlyFans. Mereka membuat para kreator menjadi lebih sejahtera dan memberikan "dream job" bagi sebagian orang.