• DailyBytes

OnlyFans Blokir Konten "Eksplisit Seksual"

OnlyFans akan melarang peredaran konten seksual yang eksplisit di platform mereka per 1 Oktober 2021.

Logo OnlyFans
Foto: Logo OnlyFans, Source: WKRN

OnlyFans adalah platform dimana para konten kreatornya dapat menjual konten yang mereka buat. Platfrom ini mirip dengan Patreon atau Trakteer di Indonesia, platfrom ini sempat sangat tenar tahun lalu karena adanya pandemi yang membuat orang terjun menjadi konten kreator. Ada 1 hal yang membuat platfrom ini sangat terkenal, ya, jika anda membaca judul artikel ini anda akan tahu apa yang platform ini sediakan. Tetapi perlahan-lahan OnlyFans mulai merubah model bisnis mereka. Kebijakan terbaru, OnlyFans akan melarang peredaran konten seksual eksplisit di platfromnya dan ini mengundang banyak reaksi. Kebijakan ini akan aktif pada tanggal 1 Oktober 2021.


Overall reaction

Pengumuman itu terkesan terburu-buru. OnlyFans tidak memberikan komunikasi kepada kreatornya, banyak dari mereka panik atas kemungkinan hilangnya mata pencaharian. Sebenarnya rumor ini sudah ada dari tahun lalu kata salah satu kreator OnlyFans dilansir dari CNN. Banyak dari para kreator tersebut yang keluar dari pekerjaan uatamanya PSK dan menjadi konten kreator di OnlyFans yang akhirnya membuat mereka dapat mencapai "financial freedom". Sekarang mereka takut jika harus pergi mencari pekerjaan lain karena "online pressence" milik para kreator.


"Tanpa kami, saya pikir itu akan OnlyFans tidak akan pernah ada," kata salah satu pembuat konten eksplisit mengatakan tentang pengumuman tersebut.


Mungkin ini penyebab OnlyFans jadi halal

OF mengatakan perubahan "adalah untuk memenuhi permintaan mitra perbankan dan penyedia pembayaran kami." Tetapi perusahaan tidak menjelaskan lebih lanjut.


Tetapi jika menggali lebih dalam, perusahaan yang memiliki valuasi US$1 miliar ini kesulitan untuk mencari investor. Padahal di atas kertas kinerja perusahaan "mainstream" yang memiliki angka yang sama dengan OnlyFans akan sangat mudah untuk mendapatkan pendanaan. Mari kita lihat sedikit:

  • Nilai barang dagangan kotor (GMV): 2022: US$12,5 miliar

  • Pendapatan bersih: 2022: US$2,5 miliar

  • Arus kas: 2022: US$1,2 miliar

  • Jumlah total yang dibayarkan kepada pembuat konten sejak awal: US$3,2 miliar

  • Lebih dari tujuh juta "penggemar" membelanjakan OnlyFans setiap bulan. Ini belum ditambah dengan penggemar yang mengonsumsi konten gratis.

Meski dengan angka fantastis, banyak VC yang enggan berinvestasi. Beberapa VC dilarang berinvestasi dalam konten dewasa. Beberapa investor khawatir tentang anak di bawah umur yang membuat akun berlangganan, meskipun perusahaan mengatakan memiliki kontrol untuk mencegah hal ini. Beberapa investor mengatakan mereka dapat menerima pornografi, tetapi khawatir bahwa reputasi perusahaan akan mencegahnya menarik mitra.


Intinya , OnlyFans memiliki masalah karena menyuguhkan konten eksplisit dan perusahaan ingin mengubah hal itu.