• DailyBytes

Microsoft Jadi Perusahaan Paling Berhaga di Dunia

Microsoft (US$2.49 T) mengambil predikat perusahaan paling berhaga di dunia dari rivalnya Apple (US$2.46 T).


Apple vs Microsoft
Apple vs Microsoft, Source: Fox Business

Nilai kapitalisasi Microsoft saat ini sudah mengalahkan Apple. Membuat perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates ini perusahaan publik paling berharga di dunia.


Detail:

Microsoft mencatat kapitalisasi pasar senilai US$2.49triliun pada hari Minggu (31/10/21), menjadikannya sebagai perusahaan termahal di dunia saat ini. Saham Microsoft pun mengalami kenaikan 1 persen ke US$327,5 pada perdagangan hari Jumat. Sementara itu, saham Apple turun 4 persen ke US$146,41 pada hari yang sama setelah sebelumnya mencatatkan penurunan pendapatan kuartalan pertama kalinya sejak 2018. Sekarang Apple memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$2.46 triliun.


Why did Apple lose its throne?

Apple melaporkan penjualan fiskalnya pada kuartal IV/2021 sebesar US$83,4 miliar, nilai ini di bawah ekspektasi Wallstreet sebesar US$85 miliar, hal ini disebabkan oleh kendala pada rantai pasokan. Karena itu, perusahaan harus kehilangan pendapatan mencapai US$ 6 miliar, kata CEO perusahaan, Tim Cook.


Meskipun penjualan iPhone tercatat naik 47% secara year on year, angka ini masih jauh dari ekspektasi analis dan membuat saham Apple turun. Ditambah dengan penjualan iPhone 13 yang baru saja dimulai dan mengalami masalah kekurangan chip membuat total penjualan iPhone kurang memuaskan.


Why Microsoft won?

Microsoft berhasil melampaui ekspektasi pendapatan pada periode kuartal I-2021 fiskal, yang naik sekitar 22% secara year on year. Kenaikan Ini merupakan pertumbuhan tercepat perusahaan sejak 2018. Kenaikan pendapatan ini disumbangkan oleh produk-produk andalan milik Microsoft seperti Office, Windows, dan produk cloud-nya, Azure. Oh! Jangan lupakan Microsoft Team yang mengalami kenaikan pengguna sebesar 93% dari bulan April 2020 hingga April 2021.


Saham Microsoft telah melonjak sebanyak 49% tahun ini, dengan permintaan yang disebabkan pandemi untuk layanan berbasis cloud mendorong penjualan sementara saham Apple hanya naik 13% sepanjang tahun ini.