• dailybytes1

Lego Ramah Lingkungan

Proyek terbaru Lego, membuat brick yang ramah lingkungan. Lego telah berinvestasi sebanyak US$400 juta untuk proyek tersebut.

Lego, mainan yang dapat meningkatkan kreatifitas kita ini, mengumumkan akan masuk ke pasar produk berkelanjutan. Setelah 72 tahun perusahaan berdiri dan memproduksi 100.000 ton sampah plastik setiap tahunnya, akhirnya perusahan ini bekerja keras mengembangkan formula untuk Lego brick yang lebih bersih dan lebih ramah lingkungan.

Lego Sustainability
Foto: Lego Sustainability, Source: Lego

Perusahaan baru-baru ini mengumumkan prototipe brick daur ulang

Barang pertama mereka adalah plastik berbahan dasar tebu. Perusahaan membutuhkan waktu dua tahun untuk menyempurnakan produk berkelanjutan ini. Tetapi ini menjadi masalah karena, sifatnya yang kurang kaku, jadi hanya dapat berfungsi sebagai pohon dan dedaunan – sebagian kecil dari produk LEGO, hanya sekitar dua persen.


Selama 3 tahun terakhir, tim yang terdiri dari 150 orang di Lego telah menguji 250+ formulasi untuk membuat batu bata dari plastik daur ulang, akhirnya batu bata 2x4 pertama yang memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan Lego lahir. Menurut Lego, satu botol plastik 1 liter cukup untuk membuat 10 brick. Tapi Lego masih kesulitan membuat rick daur ulang yang sama kuatnya dengan yang lama. (FYI: Satu brick Lego dapat menahan 950 pound, setara dengan berat 375k brick di atasnya.)


Lego akan lebih bekelanjutan kedepannya

Untuk mencapai tujuan mereka, perusahaan sekarang menghasilkan energi terbarukan baik di dalam maupun di luar, dengan produksi energi mereka lebih dari mengimbangi apa yang mereka konsumsi. Pada tahun 2018, mereka menggunakan brick berbahan dasar tebu - inovasi ramah lingkungan pertama buat.


Sejak 2019, program "LEGO Replay" mereka memungkinkan orang untuk menyumbangkan brick mereka kepada anak-anak yang membutuhkan, agar tidak dibuang. Mulai tahun 2020, mereka mulai mengganti kantong plastik sekali pakai — baik di toko maupun di kotak mereka — dengan kantong kertas. Lego juga berencana berinvesatsi sebesar US$400 juta, semua ini dalam upaya untuk mencapai tujuan mereka memproduksi semua produk mereka dari bahan yang berkelanjutan pada tahun 2030.