• DailyBytes

Korea Selatan akan Meregulasi App Store dan Play Store

Langkah yang sama diambil oleh pemerintah Korea Selatan, seperti pemerintah AS untuk meregulasi marketplace App Store dan Play Store

Korea Selatan mengambil langkah yang sama untuk meregulasi marketplace milik Google dan Apple. Langkah ini sudah terlebih dahulu diusulkan oleh Senator AS. Hal yang kedua Negara ini sama, mereka menganggap bahwa biaya komisi hingga 30% untuk pembelian yang dilakukan di toko aplikasi masing-masing memberatkan developer. Pemerintah telah mengatur undang-undang berjudul "hukum anti-Google". Apabila RUU tersebut disetujui maka akan masuk dalam pemungutan suara pada hari Rabu dan itu akan menjadi undang-undang pertama di dunia yang menghapus batasan yang ditetapkan oleh Google dan Apple di toko aplikasi masing-masing.


Angka fantastis

App Store Apple merupakan sumber pendapatan yang penting untuk bisnis layanan perusahaan senilai US$53,8 miliar, sementara Google Play Store sama pentingnya dengan bisnis layanan perusahaan milik Alphabet senilai US$57 miliar.


Di Korea Selatan, Google Play Store menghasilkan hampir 6 triliun won (US$5,29 miliar) pada tahun 2019. Meskipun Korea Selatan bukan pasar terbesar untuk dua raksasa teknologi tersebut, undang-undang itu dapat mendorong negara lain untuk mengambil inisiatif yang sama. Jepang sebagai Negara tetangga dan pasar terbesar dua raksasa teknologi tersebut bisa mengambil inisiatif yang sama.


Pada tahun 2020, pengguna Google Play Store mengunduh 108,5 miliar aplikasi seluler. Pada Juli 2020, ada lebih dari 3,4 miliar aplikasi yang tersedia di App Store Apple. Kedua toko aplikasi tersebut adalah platform utama bagi bisnis untuk menjual aplikasi seluler mereka, menjadikan Apple dan Google sebagai penggerak sebagian besar dari ekonomi digital diseluruh dunia.


Korea Selatan dapat membuka jalan

Sebagai negara dengan pasar terbesar ketiga di dunia dapat mengguncang perusahaan teknologi besar. Ditambah laporan GlobalData terbaru yang mencatat bahwa regulator di seluruh dunia menargetkan perusahaan Teknologi Besar pada isu-isu seperti antimonopoli, privasi data, bahaya online, penghindaran pajak, dan informasi yang salah, yang paling keras tentu saja China.


Lembaga yang sudah bergerak:

  • Komisi Eropa telah membuat laporan tentang Apple yang meniadakan persaingan dengan membuat pengembang menyetujui apa yang disebutnya aturan yang tidak adil.

  • Undang-Undang Pasar Digital diusulkan UE yang memiliki fokus tentang toko aplikasi Google dan Apple.

  • Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris meluncurkan penyelidikan antimonopoli terhadap persyaratan App Store Apple untuk menentukan apakah mereka melanggar undang-undang persaingan.

  • Anggota parlemen AS memperkenalkan undang-undang yang akan melarang penyedia toko aplikasi memaksa pengembang menggunakan solusi pembayaran mereka sendiri.

Jadi dimasa depan mungkin kedua perusahaan tersebut perlu cara ampuh lain untuk mengatasi masalah ini, bukan hanya dengan menurunkan biaya komisis.