• DailyBytes

Konglomerat RI Masuk Bisnis Digital dan Teknologi

Potensi bisnis digital dan teknologi di Indonesia masih sangat besar, maka dari itu banyak konglomerat RI yang mau ambil bagian didalamnya.

Industri 4.0 ini mendorong seluruh industri untuk memanfaatkan digital dan teknologi. Perkebangan pesat sudah terjadi di banyak negara besar seperti China dan Amerika. Tetapi di Indonesia masih termasuk kecil walupun Negara kita adalah pencetak unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Maka dari itu banyak bisnis-bisnis besar RI yang masuk ke dalam trend ini.

Bisnis Digital
Foto: Bisinis Digital, Source: TechFunnel

Lippo Group

Lippo Group adalah salah satu pemain pertama dalam bisnis digital dan teknologi. Melalui layanan keuangan digital mereka bernama OVO. Visionet Internasional (OVO) adalah perusahaan digital yang didirikan dan dibesarkan di bawah naungan Grup Lippo. Meski dikabarkan kepemilikan mayoritas Lippo di OVO telah dijual ke Grab, namun Lippo masih menjadi pemegang saham minoritas di aplikasi payment gateway ini.


Selain OVO, Grup Lippo melalui Multipolar yang fokus pada investasi di sektor teknologi, ritel, keuangan dan modal ventura juga telah berinvestasi di sejumlah startup seperti Klinik Pintar yang merupakan perusahaan startup di bidang kesehatan dan Ruangguru, sebuah startup. perusahaan yang fokus pada layanan berbasis pendidikan online.


Salim Group

Salim Group berinvestasi di situs belanja iLotte (PT Indo Lotte Makmur) yang merupakan perusahaan belanja online gabungan antara Salim Group dan Lotte Group dari Korea Selatan.

Tidak hanya iLotte, Salim Group juga memiliki situs online Lazada dan Zalora melalui kepemilikan Salim Group di Rocket Inc, dan membeli 50% saham Elevenia.


Franciscus Welirang, Direktur PT Indofood Sukses Makmur (INDF) mengatakan Grup Salim memiliki beberapa perusahaan pendukung seperti Grup CBN yang menyediakan layanan internet dan digital, PT Rintis Sejahtera yang merupakan penyedia jaringan ATM Prima.

Tidak hanya itu, Salim Group bekerjasama dengan Youtap Global dari Selandia Baru meluncurkan perusahaan keuangan bernama Youtap yang melayani e-money dan bisnis sejenis. Salim Group juga mengembangkan teknologi biometrik dengan membentuk joint venture dengan Liquid Inc Japan.


Sinar Mas Group

Sinar Mas Group juga terlibat dalam bisnis teknologi digital. Salah satu bisnis teknologi Sinar Mas yang muncul dari emiten yang sudah lama ada di dunia adalah Smarfren Telecom yang menyediakan layanan telekomunikasi jaringan nirkabel.


Lebih lanjut, Sinar Mas Group mengembangkan kawasan Digital Hub di BSD City yang membebaskan startup, tech leader, dan komunitas digital untuk berinovasi. Pendanaan langsung Sinar Mas Group untuk teknologi digital salah satunya dengan menggandeng Grab dalam pengembangan Grab Innovation and Engineering Lab di BSD City.


MNC Group

MNC Group yang merupakan salah satu raksasa di dunia penyiaran mulai mengimplementasikan bisnis teknologi digital seperti TV berbayar dan media Broadband. Tidak hanya di dunia penyiaran, MNC Group juga bergerak cepat melalui Bank MNC Internasional dalam persaingan di sektor perbankan digital di Indonesia. MNC Group terbaru baru saja menyelesaikan produk perbankan digital BABP bernama Motion Banking yang rencananya akan terintegrasi dengan seluruh lini bisnis MNC Group.


Ciputra Group

Berbeda dengan konglomerat yang terjun langsung ke dunia bisnis digital, Ciputra Group justru membangun pusat inkubasi dan kewirausahaan yang menjadi pusat pelatihan dan pendidikan bagi calon wirausahawan di semua sektor termasuk sektor bisnis digital.

Daripada berinvestasi di perusahaan unicorn atau startup lainnya, Ciputra mengatakan akan fokus berinvestasi di startup atau wirausahawan otodidak. Selain itu, Grup Ciputra juga memiliki Emiten Teknologi Informasi dan Komunikasi yang bergerak di bidang solusi digital serta distribusi perangkat keras dan perangkat lunak, yaitu Metrodata Electronics dengan kepemilikan 25,8% melalui Ciputra Corpora.