• DailyBytes

Kinerja Proyek SWF Indonesia

Menilik kinerja SWF Indonesia yang dibuat oleh Bapa Presiden Joko Widodo selama sembilan bulan terakhir.


SWF
SWF, Source: Amartha

Pada 15 Desember 2020, Presiden Jokowi meluncurkan Dana Kekayaan Negara (SWF) asli Indonesia yang bernama Indonesia Investment Authority (INA). INA adalah lembaga penanaman modal sui generis dan melakukan penanaman modal bersama dengan mitra penanaman modal, baik dalam negeri maupun luar negeri, dengan tujuan untuk mengelola aset dalam negeri yang dianggap perlu untuk pembangunan.


Setelah dibuat, pemerintah menargetkan INA mampu menarik dana investasi hingga Rp. 300 triliun. Dana investasi tersebut dapat diupayakan dengan modal awal yang diberikan pemerintah kepada INA sebesar Rp. 75 triliun di awal, yang sudah masuk setoran awal Rp. 15 triliun.


Performance:

Sejak berdiri pada 15 Desember 2020 hingga akhir kuartal II tahun ini, LPI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 37,29 miliar. Laba bersih tersebut berasal dari pendapatan finansial yang berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp 142,92 miliar atas bunga bank dan deposito berjangka yang diinvestasikan.


INA juga telah menerima komitmen investasi senilai US$ 3,75 miliar atau Rp. 54 triliun dari tiga investor global. Investor ini termasuk Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ), APG Asset Management (APG) dan anak perusahaan dari Abu Dhabi Investment Authority (ADIA). Dana tersebut akan digunakan untuk membangun platform investasi yang berfokus pada infrastruktur di Indonesia, khususnya jalan tol.


This number is way below the target, why...

Ekonom menilai, INA perlu menyesuaikan portofolio investasinya dengan preferensi investasi investor global. Jadi fokus investasi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dengan brand INA seharusnya tidak hanya di sektor infrastruktur milik BUMN, tapi juga lebih beragam.


Kendala lain untuk menarik investor masuk ke Indonesia saat ini adalah pandemi Covid-19 yang menyebabkan keterlambatan pengerjaan proyek. Selain itu, pandemi juga berdampak pada penurunan optimisme ekonomi di Indonesia. Namun, di masa pascapandemi, ada harapan bahwa target investasi INA akan meningkat seiring dengan dukungan pendanaan yang lebih besar.


Latest news

INA bekerjasama dengan DP World (Dubai Ports World) dengan nilai US$ 7,5 miliar atau setara Rp. 106,50 triliun dalam kemitraan jangka panjang.


DP World dan INA akan membentuk tim kerja untuk menjajaki investasi infrastruktur logistik di Indonesia, termasuk investasi di hinterland, terminal darat, taman kargo, sistem jaringan pengumpan, transportasi darat, dan kawasan industri. Selain itu, perusahaan yang berkantor pusat di Dubai ini juga akan menjajaki kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).