• DailyBytes

Kebijakan Moratorium PKPU Berakibat Buruk Bagi Indonesia

Recana kebijakan kebijakan moratorium atau penundaan pengajuan PKPU dikhawatirkan bisa melahirkan perusahaan mati berjalan di Indonesia.

Menteri Keuangan Arilangga Hartanto
Foto: Menteri Keuangan Arilangga Hartanto, Source: Tribunnews

Pemerintah berencana menerbitkan moratorium atau penundaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan pengajuan pailit. Hal ini mendapat respon negatif dari banyak pihak, karena dikhawatirkan bisa membuat perusahaan mati yang tetap berjalan di Indonesia. "Kalau ada moratorium, yang terjadi justru perusahaan yang sebenarnya harus tutup, malah tidak bisa tutup. Sehingga muncul perusahaan zombie," kata Senior Economist Chatib Basri kepada CNBC Indonesia.


430 kasus

pengajuan pailit dan PKPU di pengadilan Jakarta, Surabaya dan beberapa kota lainnya. Jumlah ini meningkat karena dampak dari pandemi COVID-19. Jika tidak ditangani sesuai prosedur, penundaan ini akan mengganggu sektor keuangan khususnya perbankan, sehingga bisa dikatakan moratorium berdampak sistemik.


Jadi jika perusahaan tidak mampu melunasi kewajiban pembayarannya, lebih baik dibiarkan bangkrut. Daripada membiarkan hidup sementara tidak ada kemampuan untuk bertahan hidup. Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) menyarankan agar pemerintah menetapkan batas bawah jumlah tagihan yang dapat dikualifikasikan sebagai pemohon PKPU dan Pailit. Agar tidak hanya memberikan PKPU kepada semua perusahaan, Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) juga memiliki pemikiran dan usulan yang sama, perbankan agar lebih selektif dalam memberikan fasilitas restrukturisasi kredit pada perusahaan.


Beberapa daftar perusahaan

yang digugat PKPU:

  • Emiten tekstil dan produk tekstil, Pan Brothers diajukan oleh Bank Maybank Indonesia

  • Emiten produsen bahan baku aneka industri, Tridomain Performance Materials menyatakan gugatan PKPU oleh perusahaan investasi Grup Bank Mandiri, Mandiri Manajemen Investasi

  • Perusahaan kargo udara, My Indo Airlines melakukan permohonan PKPU kepada maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

  • Emiten yang bergerak dalam bidang perdagangan otomotif, dealer resmi, dan layanan pembiayaan otomotif, Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma, melaporkan Ahabe Niaga Selaras terkena gugatan (PKPU).

Dan banyak perusahaan lainnya. Maka dari itu penyeleksian perusahaan yang ketat dibutuhkan agar tidak menimbulkan perusahaan zombie di Indonesia. "Benar apabila ada seleksi perusahaan yang mampu untuk survive dan yang tidak," kata Chatib.