• DailyBytes

JD.com Ingin Masuk Industri Game

JD.com ingin masuk ke industri game, bukan sebagai pembuat game tetapi sebagai e-commerce yang berhubungan dengan game dan e-sports.

JD.com ingin memanfaatkan industri game yang besar di China. Walau baru-baru ini China mengeluarkan regulasi untuk membuat warganya mengurangi bermain game, tetapi tidak mengurangi niat JD untuk masuk ke industri yang berkembang pesat ini. Terlebih jalan yang akan ditempuh JD berbeda dengan Tencent dan NetEase, yang membuat mereka tidak terlalu memikirkan perubah regulasi tersebut, lalu apakah itu?

Kantor JD.COM
Foto: JD.COM, Source: Warta Ekonomi

E-commerce berhubungan game dan e-sports

adalah tujuan JD untuk menggarap industri game ini. “Kami memiliki kemampuan untuk menggabungkan seluruh ekosistem,” kata presiden JD Mobile Devices Daniel Tan kepada CNBC International. Perusahaan yang berbasis di Beijing ini ingin menjadi tujuan e-commerce bagi anak muda untuk membeli barang-barang yang berhubungan dengan game dan e-sports, serta bekerja sama dengan produsen perangkat.


JD telah mengumumkan rencana untuk bekerja sama dengan Lenovo dan Tencent. Mereka mengembangkan smartphone yang ditingkatkan untuk mobile gaming. Kolaborasi ini berarti JD dapat mendistribusikan dan menargetkan gamer untuk aplikasi mereka. Sementara itu, JD juga meluncurkan tim e-sports bernama JD Gaming pada 2017 untuk divisi PC dan JD ESport yang diluncurkan tahun lalu oleh perusahaan sebagai tim mobile gaming.


Pendapat e-Sport dunia akan melampaui US$1 miliar

untuk pertama kalinya pada tahun 2021 dan tumbuh 14,5% dari tahun ke tahun, menurut firma analis industri game Newzoo. JD tampaknya berharap mendapat manfaat dari e-Sport yang signifikan. Selain itu, e-Sport juga menjadi pendorong pemasaran yang lebih luas sehingga JD diasosiasikan sebagai perusahaan dengan game. Daniel Tan mengatakan e-Sport membantu 'untuk masuk ke pola pikir konsumen'.Sang presiden juga mengatakan:

  • JD fokus membangun profil pemain dengan membantu mempromosikan produk perusahaan.

  • JD tidak fokus melakukan hal yang sama seperti raksasa game lain seperti Tencent atau NetEase. Tencent, misalnya, melakukan akuisisi atau berinvestasi di studio game.

"Saya kira kalau ada peluang, kalau itu peluang bagus, akan kami pertimbangkan. Kami sangat terbuka," ujarnya. Dia tidak menutup kemungkinan perusahaan tersebut merupakan joint investment dengan rekanan di perusahaan game.