• dailybytes1

IPO E-Commerce di Indonesia

Kabar terbaru menunjukan e-commerce Blibli akan melakukan IPO di bursa saham Indonesia.

Big Three
Foto: Big Three, Source: Istimewa

Setelah Bukalapak menggebrak di bursa beberapa hari minggu yang lalu. Kali ini ada perusahaan e-commerce Blibli yang berencana IPO meski belum mengeluarkan pernyataan resmi dari perusahaan. Tokopedia sebenarnya adalah startup Indonesia pertama yang menyatakan akan melakukan IPO namun disalip oleh Bukalapak. IPO tampaknya menjadi arah bagi para startup. Karena investor swasta sudah mulai kehabisan dana dan valuasinya sudah tidak murah lagi, opsi naik ke lantai satu di pasar modal menjadi opsi untuk mencari dana. Dengan maraknya e-commerce yaitu IPO, mari kita bahas satu persatu perusahaan yang ingin IPO terlebih dahulu.


GoTo

Gojek-Tokopedia (GoTo) akan tercatat di bursa domestik maupun Amerika Serikat pada 2022. Hal ini dikarenakan menunggu penyelesaian aturan terkait kebijakan dual class saham dan klasifikasi saham dengan hak suara ganda. atau multiple voting shares (MVS) dan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Perusahaan startup teknologi terbesar di Indonesia itu akan menyelesaikan pendanaan pra-IPO dengan target penghimpunan dana sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun setelah OJK merampungkan aturan dual class sahamnya.


Valuasi Gojek setelah merger dengan Tokopedia akan menghasilkan nilai kapitalisasi pasar US$ 35 miliar hingga US$ 40 miliar atau pada kisaran Rp 490 triliun - Rp 560 triliun. Jika target dana yang dihimpun dalam IPO hanya 10% dari valuasi keduanya, nilainya akan mencapai Rp 49 triliun-Rp 56 triliun.


Blibli

Perusahaan e-commerce milik Djarum Group Global Digital Niaga atau Blibli.com dikabarkan berencana menggelar penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun depan.


Perusahaan juga bekerja sama dengan Credit Suisse Group AG dan Morgan Stanley untuk menjajaki proses penawaran umum perdana saham. Perusahaan bank investasi lainnya juga berpotensi masuk dalam daftar penjamin emisi untuk penjamin emisi IPO perusahaan.


Merujuk pada situsnya, Blibli merupakan mal online untuk barang-barang termasuk elektronik dan produk gaya hidup, dan bekerja sama dengan lebih dari 100.000 mitra yang berdiri sejak 2011. Perusahaan ini menawarkan pengiriman melalui Layanan Blibli Express sendiri serta 15 mitra logistik di kota-kota terbesar di Indonesia.


Karena perusahaan belum secara langsung menyatakan akan IPO maka sulit untuk mendapatkan data pasti mengenai perusahaan tersebut namun jika diperkirakan nilai perusahaan Blibli akan berada di bawah Bukalapak jika dilihat dari kunjungan website bulanan dan jumlah pengguna aktif.


Bukalapak

Bukalapak.com adalah unicorn atau startup dengan valuasi US$ 1 juta yang memiliki lantai pertama di pasar modal Indonesia dan menjadi salah satu IPO paling fenomenal di BEI tahun ini.


Dengan melantai di bursa, Bukalapak menghimpun dana IPO sebesar Rp 22 triliun, terbesar sepanjang sejarah BEI. Kinerja sahamnya cukup fluktuatif pasca IPO karena dalam 2 hari saham Bukalapak menyentuh level tertinggi berturut-turut atau ARA, setelah itu saham perusahaan turun ke level terendah selama 5 hari berturut-turut. Hingga saat ini berhasil stabil di level Rp. 865/unit (26/8/21) atau naik hanya 1,73% dari level IPO sebesar Rp. 850/satuan.


Berdasarkan data resmi BEI, jumlah saham BUKA yang tercatat sebanyak 103.062.019.354 saham, terdiri dari saham pendiri 77.296.514.554 saham dan penawaran umum sebanyak 25.765.504.800 saham. Jumlah saham dalam penawaran umum tersebut setara dengan 25,0% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan setelah IPO, sehingga total dana yang terkumpul menjadi Rp 21,9 triliun.


Berdasarkan prospektus IPO, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi semua biaya emisi saham, akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan sebanyak 66%, sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja anak perusahaan.