• dailybytes1

Instacart Menunjuk Veteran Facebook Sebagi CEO yang Baru

Instacart adalah perusahan retail yang bergerak dibidang pengiriman dan pengambilan barang-barang kebutuhan sehari hari yang melayani di wilayah Amerika dan Kanada, menunjuk Fidji Simo mantan pegawai Facebook yang membantu Facebook menjadi perusahaan publik. Dengan penunjukan CEO yang baru ini diharapkan Instacart juga dapat menuju ke arah yang sama seperti Facebook dibawah kepemimpinan Ms. Simo.

Instacart mantan eksekutif Facebook Fidji Simo sebagai CEO baru, penunjukan ini hanya tujuh bulan setelah dia bergabung dengan dewan direksi perusahaan. Simo, mantan wakil presiden dan kepala aplikasi Facebook, akan menggantikan pendiri Instacart dan CEO saat ini Apoorva Mehta pada 2 Agustus mendatang. Mehta akan beralih ke ketua eksekutif dewan, menurut pernyataan dari Instacart.

Fidji Simo dan Apoorva Mehta
Foto: Simo (kiri) dan Mehta (kanan), source: cnn

Kepergian Mehta dari perannya yang begitu dekat dengan ekspektasi IPO adalah hal yang jarang terjadi di suatu perushaan. Mehta mendirikan Instacart 10 tahun yang lalu, mngikuti inkubasi di Y Combinator hingga sekarang memiliki nilai pasar sebesar $39 miliar.


Pandemi memberikan berkah kepada Instacart, ketika jutaan orang di seluruh dunia menghadapi karantina dan interaksi langsung terbatas, termasuk perjalanan ke toko bahan makanan. Peningkatan belanja konsumen untuk layanan pengiriman membuat Instacart meningkatkan lini pekerjanya dan meluncurkan layanan same day delivery untuk berbagai produk termasuk elektronik, peralatan olahraga, dan obat.


Tidak mendapatkan gaji pokok dan manfaat lainnya adalah salah satu isi dari

Proposition 22, yang mengebutkan bahwa para pekerja lepas sebagai pekerja mandiri bukan sebagai pegawai di perusahaan tersebut. Prop 22 ini didukung oleh perushaan yang memiliki bisnis model sharing seperti Uber, Lyft, DoorDash, dan Postmates, juga-ya benar- Instacart sebagai pendukung utama Prop tersebut. Prop 22 akhirnya disahkan, yang bermanfaat bagi eksekutif Instacart dan merugikan para pekerja mandiri. Peristiwa itu terjadi setelah bertahun-tahun protes, gugatan atas upah dan tip di mana Instacart dikritik karena kebijakan yang tidak adil terhadap pekerja mandirinya.


Dengan meredanya pandemi dan terpilihnya CEO baru akan ada banyak hal yang perlu dilakukan oleh Instacart untuk tetap kreatif menghadapi masalah yang baru dan tetap relevan di industrinya.