• DailyBytes

Industri Properti Indonesia Mulai Bangkit

Moody's Investors Service mengatakan bahwa permintaan untuk properti residensial Indonesia akan meningkat.

Residensial
Foto: Residensial, Source: Liputan6

Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investors Service mengatakan dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa permintaan untuk properti residensial Indonesia akan meningkat, yang pada gilirannya akan meningkatkan penjualan pengembang pada tahun 2021 dan metrik kredit utama lainnya – meskipun mereka akan tetap lebih lemah dari tingkat pra-pandemi.


Hanya sektor residensial yang mengalami peningkatan

Ritel yang lesu dengan penjualan yang masih belum pulih terus menekan permintaan aset ritel, sementara masih maraknya penerapan work from home (WFH) akibat kebijakan PPKM akan membebani permintaan konstruksi dan perlengkapan kantor. Penjualan lahan industri akan tetap lemah karena perusahaan masih menahan belanja modal karena ketidakpastian ekonomi


Pemulihan permintaan properti residensial akan mendorong marketing sales pada 2021. Marketing sales gabungan dari enam pengembang yang dinilai akan meningkat sekitar 5% tahun ini, turun dari perkiraan awal Moody's pada Februari 2021 yang memperkirakan kenaikan sekitar 10%. Pengembang juga jauh di depan untuk memenuhi proyeksi Moody's yang direvisi lebih rendah, mengingat bahwa penjualan pemasaran yang dicapai pada paruh pertama tahun 2021 sudah mencapai lebih dari 60% dari total proyeksi tahunan.


Hal ini juga di bantu pemerintah yang


Menyediakan rumah murah untuk milenial

dengan menyediakan rumah bersubsidi, pemerintah berharap penyerapan rumah oleh kaum milenial akan tinggi. Namun, dari 157.000 rumah subsidi yang disiapkan dengan nilai Rp. 19,12 triliun oleh pemerintah, baru 67% yang terserap. Sehingga masih banyak rumah subsidi yang belum terisi.


Bank Tabungan Negara telah menyiapkan program khusus untuk memberikan keringanan yang menyesuaikan dengan perilaku generasi milenial. Untuk meningkatkan daya serap rumah ini. BTN menggandeng developer untuk menyediakan hunian terjangkau di lokasi yang dekat dengan transportasi, untuk mengakomodir kaum milenial yang cenderung lebih aktif dan berpindah-pindah tempat.