• DailyBytes

Indosat & 3 Indonesia Merger, Jadi Perusahaan Seluler Terbesar kedua di Indonesia

Indosat Ooredoo Hutchison, nama baru perusahaan merger antara Indosat dan Hutchison 3 Indonesia, akan menjadi operator seluler terbesar kedua di Indonesia.


Indosat dan 3
Indosat dan 3, Source: Milenial News

Indosat dan Hutchison 3 Indonesia resmi menandatangani perjanjian merger. Perusahaan hasil merger ini akan diberi nama Indosat Ooredoo Hutchison. Perusahaan akhirnya menyelesaikan merger pada 16 September setelah tiga kali perpanjangan karena masalah harga yang sulit (30 April, 30 Juni, 16 Agustus).


The detail:

Ooredoo Asia dan CK Hutchison masing-masing akan memiliki 50% saham di Ooredoo Asia, yang akan berganti nama menjadi Ooredoo Hutchison Asia dan memiliki 65,6% saham dan kendali Indosat Ooredoo Hutchison. Perusahaan gabungan akan tetap tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan Pemerintah Indonesia memiliki 9,6% saham, Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya memiliki sekitar 14,0% saham.


Beyond the number:

  • Perusahaan hasil merger ini akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan perkiraan pendapatan tahunan hingga US$3 miliar.

  • Perseroan memperkirakan laju sinergi tahunan sebelum pajak akan mencapai US$300-400 juta dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

  • Penggabungan dua perusahaan telekomunikasi tersebut akan memiliki valuasi US$ 6 miliar atau setara Rp 86 triliun.

  • Penggabungan Indosat dan Tri Indonesia akan menempatkan perusahaan gabungan tersebut di peringkat kedua operator jaringan seluler (MNO) Indonesia dengan 100,4 juta pelanggan.

Key Takeways:

This is big. Bergabungnya 2 dari 4 operator seluler terbesar di Indonesia akan menempatkan Indosat Ooredoo Hutchison tepat di bawah pemimpin pasar, Telkomsel, dan akan meninggalkan XL. Penggabungan ini memberikan Indosat Ooredoo Hutchison total 100,4 juta pelanggan, terbesar kedua setelah Telkomsel 170 juta pengguna. Perampingan industri ini sangat baik karena jumlah pemain menjadi lebih sederhana dan juga diharapkan industri sehat, dan tim Telkomsel akhirnya memiliki lawan yang sepadan.