• DailyBytes

Flipkart, Perusahaan E-Commerce Asal India Mendapatkan Pendanaan Pre-IPO

Salah satu e-commerce terbesar di India mendapatkan pendanaan sebesar US$ 3,6 miliar dari dari sovereign wealth funds/SWF(dana kekayaan negara), private equity dan juga perusahaan induknya, Walmart.

"Investasi oleh investor global terkemuka ini mencerminkan kehadiran jaminan perdagangan digital di India dan keyakinan mereka pada kemampuan Flipkart untuk memaksimalkan potensi ini bagi semua pemangku kepentingan," kata CEO Flipkart Kalyan Krishnamurthy dalam sebuah pernyataan. Kalyan juga mengatakan perusahaan akan fokus membantu jutaan UMKM di India untuk tumbuh, termasuk toko kelontong kecil yang dikenal sebagai Kiranas (seperti warung di Indonesia), dan berencana untuk terus berinvestasi dalam kategori baru serta teknologi yang dikembangkan sendiri.

Logo Flipkart
Foto: Logo Flipkart, source: what works mumbai

Dari banyaknya nama-nama terkenal di investasi terbaru ini, ada satu nama yang kembali berinvestasi ke Flipkart yang sebelumnya menjual sahamnya miliknya ke perusahaan induknya Wallmart. Perusahaan tersebut adalah Softbank, yang kembali masuk ketika adanya pemberitaan IPO yang mau dilakukan oleh Flipkart.


Pasar e-commerece di India sama kurang lebih mirip dengan pasar e-commerce di Indonesia. Orang-orang berbelanja di toko offline maupun online, tapi adanya COVID-19 ini yang harus membatasi kegiatan tatap muka mempercepat pertumbuhan e-commerce di kedua negara ini.


Dalam 3 bulan terakhir tahun 2020, sektor e-commerce India tumbuh 36% year-on-year (YoY) dalam hal volume belanja dan naik 30% YoY dalam hal nilai transaksi, menurut laporan dari Unicommerce dan Kearney. Beberapa kategori belanja mengalami peningkatan yang signifikan, seperti kategori perawatan diri, kecantikan dan kesehatan yang tumbuh sebesar 95% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, fast moving consumer goods (FMCG) dan barang perawatan kesehatan tumbuh 46%.