• DailyBytes

Facebook Meminta Lina Khan Untuk Mundur dari Kasus Mereka

Facebook meminta kepada pimpinan Komisi Perdagangan Federal (FTC) Lina Khan untuk mundur dalam keikutsertaan kasus anti monopoli yang dituduhkan kepada Facebook.

 

Kasus antimonopoli terus diberikan kepada perusahaan-perusahaan teknologi raksasa Amerika, setelah Google, Amazon, Apple kini Facebook yang terkena dampak kasus antimonopoli ini.

Facebook dan FTC
Foto: Mark dan FTC, source: ad age

Facebook telah meminta kepada FTC untuk mencopot Ketua Lina Khan dari mengambil bagian dalam keputusan tentang gugatan antimonopoli FTC terhadap perusahaan. Amazon juga menyatakan hal yang kurang lebih sama, Amazon menyatakan bahwa Khan terlalu blak-blakan tentang pendapat profesionalnya bahwa perusahaan seperti melanggar aturan antimonopoli.


Kedua perusahaan tersebut telah mengajukan mosi terhadap FTC tetapi Pejabat FTC menolak mengomentari mosi Facebook, yang muncul dua minggu setelah Amazon. FTC dapat diharapkan untuk merespons secara formal. Khan mengatakan dia akan meminta pendapat pemantau etika FTC jika muncul masalah yang berpotensi konflik kepentingan.


Khan telah membuat kebijakannya dikenal di banyak artikel dan makalah, banyak di antaranya berpendapat bahwa regulator antimonopoli sangat konservatif dalam interpretasi dan permisif dalam pengawasan mereka (perusahaan teknologi besar). Hal-hal seperti mengauisisi pesaing, menurunkan harga untuk menekan pasar, atau pengumpulan dan penggunaan data pelanggan tidak dapat dihukum atau dihukum minimal.


Maka dari itu sangat disayangkan jika Khan mundur dari kasus antimonopoli tersebut. Jika Khan terpaksa harus mundur, maka FTC akan kehilangan satu orang Demokrat dan dapat membuat keputusan buntu pada kasus Facebook (2-2). Kedua komisioner Partai Republik memilih menentang membawa gugatan Facebook tahun lalu.


Permintaan dari Facebook dan Amazon datang ketika empat raksasa teknologi berada di bawah pengawasan ketat dan tekanan legislatif dari FTC, Departemen Kehakiman, regulator Eropa, anggota parlemen di Washington, dan, yang terbaru, dari perintah eksekutif dari Gedung Putih. Joe Biden serius untuk memecah bisnis teknologi besar Amerika.