• dailybytes1

Facebook Blokir Konten Terkait Taliban

Diperbarui: Agt 20

Media sosial raksasa, Facebook, memblokir konten yang terkait dengan Taliban karena dianggap berbahaya.

Banned
Foto: Banned, Source: Tech.co

Sekedar mengingatkan beberapa hari lalu Ibu Kota Afghanistan, Kabul, berhasil dikuasai oleh para tentara Taliban yang sebelumnya pernah dikalahkan oleh para tentara Amerika Serikat pada perang Afghan pada tahun 2001. Maju ke bulan April lalu, presiden Joe Biden menarik mundur sekitar 3000 pasukan Amerika dari Afghanistan, setalh itu seperti yang kita ketahui pasukan taliban berhasil menguasai Afghan dan presiden Afghan pun lari ke Kazakhstan. Lalu sekarang pada pasukan Taliban berkomunikasi dengan memanfaatkan aplikasi raksasa perusahaan Amerika seperti Facebook, hal ini membuat perusahaan Amerika Serikat bertindak.


Facebook

Taliban telah dikenai sanksi sebagai organisasi teroris di bawah hukum Amerika Serikat dan kami telah melarang mereka dari layanan kami berdasarkan kebijakan Organisasi Berbahaya kami. Grup dan setiap posting pengguna yang terkait dengan Taliban akan dihapus dan dilarang beredar di media sosial Facebook, jelas juru bicara Facebook, ke Fast Company.


Facebook menugaskan tim khusus yang memiliki pengetahuan tentang Afghanistan untuk memerangi konten yang terkait dengan Taliban. Tim ini terdiri dari beberapa orang yang berbicara bahasa Dari dan Pashto, dan memiliki pengetahuan tentang konteks budaya lokal.


WhatsApp

Berbeda dengan Facebook, anak usahanya WhatsApp, lebih sulit untuk memblokir konten-konten yang terkait dengan Taliban. Sebab, aplikasi perpesanan itu menggunakan sistem keamanan enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption), di mana isi pesan hanya bisa dilihat oleh penerima dan pengirim. Pihak ketiga, termasuk Facebook tidak bisa membaca isi pesan yang dikirim di WhatsApp.


Oleh karena itu untuk membantu meminimalisir konten terkait Taliban, WhatsApp akan menggunakan software AI untuk meninjau informasi yang tidak terenkripsi, seperti nama pengguna, foto profil, dan deskripsi grup untuk memerangi Taliban.


TikTok

Perusahaan media sosial China TikTok juga telah menetapkan Taliban sebagai organisasi teroris. Meskipun TikTok tidak mengeluarkan pernyataan terperinci, perusahaan mengatakan akan menghapus konten yang mendukung, memuji, atau memuliakan Taliban.


Google dan Youtube

Dua perusahaan yang dimiliki oleh Alphabet ini tidak akan memblokir sepenuhnya konten mereka dari Afghanistan. Mereka hanya akan memblokir dan menonaktifkan konten yang mendukung, memuji, atau memuliakan Taliban sama seperti yang dilakukan oleh TikTok. Konten-konten tentang pendidikan, dokumenter, ilmiah, dan artistik masih diperbolehkan tayang oleh Alphabet.


Dan terakhir Twitter

yang mengambil langkah yang benar-benar berbeda dari semua perusahaan teknologi di atas. Twitter memberi lampu hijau kepada Taliban untuk terus men-tweet sambil mencatat bahwa situs media sosial akan "terus secara proaktif menegakkan" aturannya tentang "pemuliaan kekerasan, manipulasi platform, dan spam."


“Prioritas utama Twitter adalah menjaga orang tetap aman, dan kami tetap waspada,... orang-orang di negara itu menggunakan Twitter untuk mencari bantuan dan bantuan” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. Karena alasan ini Twitter belum memutuskan untuk memblokir dan menghapus konten yang berkaitan dengan Taliban.