• DailyBytes

Evermos Dapatkan Pendanaan US$30 juta pada Seri B

Startup social commerce Evermos Indonesia mendapatkan pendanaan US$30M pada pendanaan Seri B.


Logo Evermos
Logo Evermos, Source: Evermos

Evermos adalah startup social commerce Indonesia, mengumumkan telah mengumpulkan pendanaan US$30 juta atau setara dengan Rp 426 miliar pada pendanaan Seri B, yang dipimpin oleh Asia Impact Investment Fund II dari UOB Venture Management. Investor lainnya termasuk IFC, MDI Ventures, Telkomsel Mitra Innovation (TMI) dan Future Shape, bersama dengan investor yang berinvestasi kembali, Jungle Ventures dan Shunwei Capital.


What is this?

Evermos memiliki dua tujuan: membuat orang mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuka toko online tanpa mengeluarkan modal dan membantu merek kecil tumbuh menjadi nama yang dapat dikenal dilingkungan mereka. Startup ini berfokus pada produk halal dan barang-barang lainnya untuk pelanggan Muslim.


Evermos didirikan pada November 2018 oleh Ghufron Mustaqim, Iqbal Muslimin, Ilham Taufiq dan Arip Tirta. Mustaqim mengatakan kepada TechCrunch bahwa tim dimotivasi oleh ketidakpuasannya dengan banyak praktik ritel di Indonesia. Misalnya, ini mencakup beberapa lapisan distribusi yang menaikkan harga dan menjamurnya produk palsu secara online, yang membuat banyak orang waspada membeli dari pasar e-commerce.


How do they use the funding?

Dana tersebut akan digunakan untuk perekrutan, peningkatan mesin rekomendasi Evermos dan teknologi berbasis AI lainnya, dan membesarkan pasar di Indonesia. Perusahaan mengatakan saat ini memiliki 100.000 reseller aktif di lebih dari 500 kota lapis 2 dan lapis 3, yang sebagian besar berada di Jawa. Tujuannya adalah untuk menjangkau lebih dari satu juta reseller di seluruh Indonesia selama lima tahun ke depan.


Di sisi pasokan, Evermos bekerja dengan lebih dari 500 merek, terutama usaha kecil Indonesia, dan menjual fashion, produk kesehatan dan kecantikan halal, serta makanan dan minuman. Perusahaan mengatakan total volume transaksi telah meningkat lebih dari 60 kali selama dua tahun terakhir.


Key Takeaways:

This is big business in Indonesia. Hampir 90% orang Indonesia adalah Muslim, jadi secara singkat perusahaan menargetkan hampir seluruh Indonesia. Tetapi hal ini membawa tantangan dimana perusahaan harus dapat memastikan seluruh aspek dari bisnis mereka menuhi ketentuan yang ada dalam Agama Islam, contohnya apakah produk tersebut halal? Ini adalah salah satu startup yang sangat menarik untuk dipantau dalam beberapa waktu kedepan.