• DailyBytes

Elon Musk Ingin Bisnis Pakaian Luar Angkasa

Elon Musk ingin melengkapi ekosistem bisnis luar angkasa yang dia buat dengan menambahkan bisnis baju luar angkasa kedalamnya.

 

Elon Musk, CEO dan pendiri SpaceX, ingin berbisnis pakaian luar angkasa. Elon menawarkan layanan SpaceX untuk membantu NASA, Badan Penerbangan dan Antariksa AS, untuk membuat pakaian antariksa generasi berikutnya. Usulan ini merupakan tanggapan atas laporan inspektur jenderal NASA tentang pekerjaan yang sedang dilakukan untuk mengembangkan lini baru Unit Mobilitas Extravehicular, yang secara informal disebut pakaian antariksa.

Elon Musk
Foto: Elon Musk, Source: Beyond Design

Mencapai US$ 1 miliar

biaya yang dibutuhkan oleh NASA untuk mengembangkan pakaian luar angkasa mereka. NASA telah menghabiskan lebih dari US$420 juta atau setara dengan Rp. 6,09 triliun untuk pengembangan tiga pakaian antariksa yang berbeda sejak 2007, dengan rencana pengeluaran lain sebesar US$ 625 juta atau setara dengan Rp. 9,06 triliun.


Berdasarkan laporan Inspectur General (IG) NASA menemukan bahwa pakaian antariksa untuk misi bulan badan tersebut belum siap untuk terbang paling cepat hingga April 2025. Dalam laporan IG NASA, disebutkan bahwa astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional masih mengenakan pakaian luar angkasa yang dirancang 45 tahun lalu untuk program Pesawat Ulang-alik. IG juga menyoroti bahwa pakaian luar angkasa telah "diperbaharui dan sebagian didesain ulang" selama beberapa dekade terakhir untuk tetap bekerja.


"SpaceX bisa melakukannya jika perlu,"

dalam cuitan Elon Musk. Perusahaan Musk telah mengembangkan dan memproduksi pakaian terbang untuk astronot yang diluncurkan ke orbit dengan pesawat ruang angkasa SpaceX's Crew Dragon. Pakaian ini terutama dirancang untuk melindungi para astronot jika terjadi kebakaran di dalam pesawat ruang angkasa, atau jika kabin mengalami penurunan tekanan. Merancang pakaian antariksa akan menjadi usaha yang lebih kompleks dan menantang, mengingat kebutuhan untuk bertahan hidup di atas pesawat ruang angkasa di lingkungan luar angkasa yang keras.


Juru bicara NASA Monica Witt, dalam sebuah pernyataan kepada CNBC International tentang tawaran Musk, merujuk pada permintaan agensi bulan lalu kepada perusahaan-perusahaan di industri luar angkasa untuk mendapatkan umpan balik atas pembelian pakaian antariksa komersial, perangkat keras, dan layanannya.