• dailybytes1

Ekonomi Digital Indonesia

RI menjadi penguasa ekonomi digital di ASEAN denga nilainya mencapai Rp 638 T atau setara dengan 50%.

Ekonomi Digital
Foto: Ekonomi Digital Source: Pontas.id

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso terus mendorong industri keuangan tanah air untuk melakukan transformasi digital. Ke depan, sektor ini akan memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian. Sebagai gambaran, kata Wimboh, saat ini hampir 50% produk domestik bruto (PDB) di Asia Tenggara disumbang oleh Indonesia dengan nilai US$1,05 triliun serta nilai ekonomi digital negara yang saat ini sudah mencapai US$44 miliar atau setara Rp638, triliun. Nilai ini setara dengan 42% dari total nilai ekonomi digital di Asia Tenggara.


Salah satu penyebab

Hal ini disebabkan banyaknya transaksi digital di Indonesia. Berdasarkan catatan, transaksi digital masyarakat Indonesia tahun lalu mencapai 253 triliun, dan tahun ini diperkirakan meningkat lagi menjadi Rp 330,7 triliun. Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menunjukkan kontribusi Gojek secara keseluruhan terhadap perekonomian nasional mencapai Rp 104,6 Triliun pada 2019. Menggunakan metode perhitungan PDB, produksi di ekosistem Gojek selama 2019 setara dengan 1% PDB Indonesia. Lebih mengerikan lagi menurut salah satu perkiraan, kombinasi Gojek dan Tokopedia yang tergabung dalam ekosistem GoTo diperkirakan menutupi 2% dari PDB Indonesia.


Selain itu, saat ini, kata Wimboh, Indonesia memiliki sebanyak 2.100 startup, di antaranya 5 startup unicorn, 1 decacorn dengan nilai transaksi US$ 18,3 miliar oleh 129 juta orang yang menggunakan e-commerce pada tahun 2020.


Pertumbuhan kedepannya

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, sebagai ekonomi internet terbesar dan tercepat di kawasan Asia Tenggara, Indonesia mampu menghimpun ekonomi melalui digital mencapai US$ 133 miliar (Rp 1.928 triliun) pada 2025. Pada 2019 saja, ekonomi digital di Indonesia telah mencapai US$ 40 miliar (Rp 580 triliun) atau tumbuh lima kali lipat dibandingkan tahun 2015 yang hanya mencapai US$ 8 miliar (Rp 116 triliun).


Sejalan dengan hasil kajian Google, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan peta jalan perdagangan digital di Indonesia 10 tahun ke depan:

  • Nilai potensi ekonomi digital pada 2030 mencapai Rp4.531 triliun, meningkat delapan kali lipat dari 2020.

  • PDB Indonesia 2020 sebesar Rp 15.400 triliun, diprediksi menjadi Rp 24.000 triliun pada 2030.

  • Kontribusi Ekonomi Digital (EDI) Indonesia pada 2020 sebesar Rp603 triliun dan akan meningkat 8 kali lipat pada 2030 menjadi Rp4.531 triliun.