• dailybytes1

Crazy Rich RI Masuk Bisnis Rumah Sakit

Konglomerat-konglomerat raksasa berekspansi ke sejumlah lini bisnis, termasuk bisnis pengelola rumah sakit.


Rumah Sakit
Rumah sakit, Source: Kompas

Konglomerat raksasa terus berekspansi ke sejumlah lini bisnis, termasuk bisnis kesehatan. Tercatat sejumlah orang terkaya RI punya emiten pengelola rumah sakit (RS) di Tanah Air. Lalu siapa saja mereka?


The list:

  • Keluarga Riady dengan Siloam Hospital di bawah Lippo Group, Siloam International hospital

  • Dato'Sri Tahir, pemilik Rumah Sakit Mayapada, Sejahteraraya Anugrahjaya. Juga Emiten yang mengelola Rumah Sakit Mitra Keluarga Milik keluarga Karyasehat milik pendiri Kalbe Farma.

  • Emiten investasi yang didirikan Edwin Soeryadjaya dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Saratoga Investama Sedaya ini juga memiliki portofolio rumah sakit yaitu jaringan Primaya Hospital. Primaya Hospital sendiri berada di bawah Rumah Sakit Grup Awal Bros yang dimiliki oleh pengusaha Arfan Awaloeddin.

  • Pengusaha Arfan Awaloeddin juga memiliki Rumah Sakit Grup Awal Bros yang membawahi Rumah Sakit Primaya.

  • Keluarga Sariaatmadja memiliki Mahkota Elang Teknologi (EMTK). Emiten memiliki pengelola RS Omni, Sarana Meditama Metroploitan. EMTK akan mengakuisisi 66% saham pengelola Rumah Sakit Grha Kedoya, Kedoya Adyaraya.

Why?

Bisnis rumah sakit di Indonesia sangat menjanjikan karena ada dukungan dana dan komitmen pemerintah. Ditambah lagi dengan demografi penduduk, tingginya angka kasus Covid-19, rendahnya penetrasi industri kesehatan dan potensi tumbuhnya ekosistem kesehatan digital. Membuat bisnis kesehatan menjadi salah satu industri yang hangat saat ini


Pemerintah melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 menganggarkan Rp 255,3 triliun. Dengan kondisi pandemi saat ini, kemungkinan jumlah ini akan bertambah lagi. Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan realisasi anggaran kesehatan mencapai Rp 326,4 triliun, naik dari pagu awal Rp 169,77 triliun. Sementara itu, anggaran kesehatan pada 2022 diperkirakan meningkat 22,7% dari sebelum pandemi 2019.