• DailyBytes

China Ubah Regulasi, EdTech Rugi

China mengubah kebijakan untuk sektor education technologi (EdTech) mereka dan itu membuat sektor EdTech rugi besar.

China memang sudah biasa menindak perusahaan-perusahaan teknologi mereka, dari Alibaba hingga Didi. Sekarang yang terbaru adalah pengubahan regulasi yang mengatur cara startup pendidikan mendapatkan uang atau mengaet para pelanggan mereka. Dengan regulasi baru ini membuat beberapa perusahaan EdTech di China rugi besar.

The man, the myth, the beast
Foto: Presiden China Xi Jinping, Source: Bisnis.com

Perusahaan dilarang untuk mengajar kurikulum sekolah

dengan tujuan menghasilkan keuntungan, meningkatkan modal atau go public. Aturan baru ini akan sangat berpengaruh pada perusahaan-perusahaan yang berjalan di sector EdTech di China.

Regulasi membatasi investasi asing di industri untuk menjaga kedaulatan Negara dan mengharuskan perusahaan swasta yang masih mengajarkan mata pelajaran inti untuk menjadi organisasi non-profit yang membuat mundur investor-investor global seperti Tiger Global Management hingga Temasek Holdings Pte.


Ada 3 orang yang terdampak karena regulasi ini

Larry Che, Zhang Bangxin, dan Yu Mingho adalah orang-orang yang memperoleh kekayaan dari bisnis EdTech. Larry, CEO Gaotu Techedu, harus merugi US$15 miliar karena saham perusahaannya turun 98 persen dan meninggalkan kekayaan US$336 juta.


Sementara itu, kekayaan Zhang, CEO TAL Education Group, turun dari US$2,5 miliar menjadi US$1,4 miliar karena saham perusahaannya turun 71%.


Yang terakhir Yu, Ketua New Oriental Education & Technology Group Inc, juga kehilangan status miliardernya, kehilangan US$685 juta dan menyisakan US$479 juta setelah perusahaan kehilangan 54%.


Hal ini biasa terjadi di China, mengubah regulasi untuk membuat Negaranya tetap teratur dan dijauhi oleh investor asing yang dapat mengancam kedaulatan Negara mereka. Classic China.