• DailyBytes

Boeing Ingin Memulai (Lagi) Proyek Pesawat Luar Angkasa

Boeing, salah satu perusahaan pembuat pesawat terbang di dunia, ingin menghidupkan lagi proyek pesawat luar angkasa mereka.

Keberhasilan perusahaan pesawat luar angkasa Virgin Galactic milik Richard Branson dan Blue Origins miik Jeff Bezos, sepertinya membuat perusahaan incumbent Boeing ter-triggered. Pada tahun 2019 Boeing sebetulnya pernah mengirimkan pesawat luar angkasa mereka, Boeing Airliner, dengan tujuan International Space Station (ISS) tetapi gagal dikarenakan masalah perangkat lunak. Minggu ini mereka akan mencobanya sekali lagi dengan pesawat dan tujuan yang sama.

Boeing Airlner
Foto: Boeing Airliner, Souce: Spaceflight Now

Sukses di bumi

Test di Bumi telah mendulang kesuksesan tetapi lagi-lagi, test orbit mengalami beberapa keterlambatan karena, bisa anda tebak, permasalahan perangkat lunak (lagi). Selain kecelakaan Boeing Ariliner yang terjadi pada Desember 2019, Boeing juga mengalami 2 kecelakaan fatal lainnya (Oktober 2018, Maret 2019) dari pesawat komersial 737 Max-nya.


Rencana terbaik milik Boeing untuk pesawat luar angkasanya adalah pada 30 Juli untuk pesawat dapat diluncurkan, berlabuh dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), memasuki kembali atmosfer Bumi dan melakukan pendaratan di gurun dengan aman.


Peluang yang sangat besar

walaupun boeing harus mengeluarkan biaya US$ 410 juta untuk melakukan penerbangan ulang ini. Peluncuran ini akan berlangsung di Kennedy Space Center di Cape Canaveral di Florida - situs peluncuran utama Amerika karena kedekatannya dengan laut dan kecepatan yang diterima roket dari rotasi Bumi. Ini mengikuti peluncuran SpaceX yang sukses pada Mei 2020 yang melihat para astronot melakukan perjalanan ke luar angkasa dari tanah AS untuk pertama kalinya sejak program pesawat ulang-alik dihentikan.


Jika misi ini berhasil maka dapat mengambil jatah kerja sama yang dibuka oleh NASA untuk mengantar kargo dan kru ke ISS. NASA membutuhkan 2 perusahaan dan sekarang ini hanya ada SpaceX milik Elon Musk yang tersedia. Satu kursi ini akan diperebutkan oleh Boeing (jika sukes) dan Blue Orginin milik Jeff Bezos. CEO Blue Origin sangat serius untuk memenangkan kontrak pemerintah sehingga dia baru saja menawarkan NASA hingga US$ 2 miliar untuk menutupi biaya proyek pendarat bulan.


Mari kita ihat kelanjutan balapan luar angkasa ini!