• DailyBytes

BNIFX, Platform Transaksi Resmi Valas Milik BNI

Bank Negara Indonesia meluncurkan sebuah Webiste untuk transaksi valuta asing atau valas bernama BNIFX.

BNIFX
Foto: BNIFX, Source: BNI

Peluncuran BNIFX didasarkan pada kebutuhan nasabah dalam mendapatkan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi valuta asing. Sejak awal 2020, pandemi belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Dunia perbankan dituntut untuk mempercepat proses digitalisasi transaksi perbankan pada 2021. Berdasarkan survei yang dilakukan IDX Channel, data volume transaksi perbankan digital di bank-bank di Indonesia selama pandemi melonjak 41,53%.


BNIFX

memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi valuta asing melalui sistem. Saat ini BNIFX berbasis web, kedepannya akan diarahkan pada inovasi berbasis aplikasi mobile. Saat ini BNI memiliki aplikasi transaksi untuk konsumen digital yaitu BNI Mobile Banking dan untuk nasabah perbankan yaitu BNI Direct. Layanan digital BNIFX yang terintegrasi dengan BNI Direct ini membuat transaksi valas menjadi lebih cepat, tepat, dan aman bagi nasabah.


Saat ini, BNI memiliki layanan tresuri yang berlokasi di 12 Wilayah Perbendaharaan yang tersebar di seluruh Indonesia dan jaringan 6 Kantor Cabang Luar Negeri. Treasury BNI memiliki lebih dari 15.860 nasabah aktif, terdiri dari 51% nasabah Wholesale dan 49% nasabah retail, dengan rata-rata penambahan nasabah baru sebesar 8% per tahun.


Selain valas... BNI juga mencari ekspansi anorganik

rencana ekspansi anorganik masih dalam tahap studi, nantinya perusahaan yang ditargetkan ekspansi anorganik masih berada di sektor lembaga jasa keuangan dengan basis teknologi dengan biaya operasional yang efisien.


Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati mengatakan transformasi digital yang dilakukan perseroan memiliki keunggulan kompetitif. BNI menggabungkan dua dunia layanan perbankan yang ada saat ini, yaitu bank konvensional dan industri financial technology. Sebagai bank konvensional:

  • BNI kini memiliki akses pendanaan publik

  • Memiliki nasabah setia

  • Mengembangkan produk dan layanan keuangan

  • Setiap simpanan dijamin sesuai dengan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

  • Memiliki ruang untuk terus mengurangi cost of fund, yang pada Q2 – 2021 menjadi 1,6%.

Adi melanjutkan, kombinasi ini menjadikan BNI sebagai pemimpin dalam layanan ekosistem open banking atau API, dimana hingga Juni 2021 telah menghasilkan 283 jenis layanan, atau paling banyak dibandingkan bank lain, dan digunakan oleh 3.000 klien, termasuk fintech dan e- perusahaan perdagangan. Selain BNI Open API, BNI juga mengembangkan Layanan Cash Management melalui BNI Direct, serta Financial Supply Chain Management yang keduanya dapat digunakan untuk melayani nasabah korporasi, bisnis, gintech dan e-commerce.