• DailyBytes

Blue Origin Menggugat NASA Atas Kontrak Pendarat Bulan

Diperbarui: Agt 18

Perusahaan roket luar angkasa milik Jeff Bezos, Blue Orgin, menuntut NASA yang memberikan proyek pendaratan bulan ke SpaceX.

Jeff Bezos dan misi bulan Blue Origin
Foto: Blue Moon, Source: Newslogic.in

Perlombaan pesawat luar angkasa masih berlanjut. Perusahaan pesawat luar angkasa milik Bezos, Blue Origin, berpacu dengan SpaceX milik Elon untuk mendapatkan kontrak dengan NASA, yang akhirnya membuat Blue Origin harus kalah (sekarang), tetapi mereka ingin melawan balik.


Kontrak senilai US$ 2,9 miliar

telah diberikan kepada SpaceX oleh NASA, tetapi Blue Orogin menyatakan ada masalah mendasar dengan kesepakatan itu dan menyebutnya tidak adil karena keputusan NASA pada bulan April untuk menyerahkan kesepakatan itu kepada satu perusahaan, bukan dua seperti yang diharapkan.


Dalam pengajuan pengadilan, Blue Origin menyatakan percaya bahwa dua penyedia diperlukan untuk membangun sistem pendaratan yang akan membawa astronot ke permukaan bulan pada awal 2024. Blue Origin juga menuduh NASA membuat penilaian yang melanggar hukum dan tidak tepat atas proposalnya selama proses tender. Perusahaan juga menuduh NASA membuat penilaian yang melanggar hukum dan tidak pantas atas proposal Blue Origin selama proses tender.


Dana yang disetujui hanya US$ 850 juta

dari US$3,3 miliar yang diusulkan oleh NASA kepada Kongres. Karena itu mencegah agensi memilih dua perusahaan, kata Kepala Eksplorasi Manusia NASA, Kathy Lueders. NASA juga mengutip catatan misi orbit Elon Musk yang terbukti sebagai salah satu faktor menarik perusahaan sebagai mitra dan tawaran SpaceX dianggap paling murah dan menghasilkan kinerja yang lebih baik untuk jarak tertentu.


Pada bulan Juli lalu, Bezos menawarkan untuk menutupi kekurangan anggaran $ 2 miliar NASA, setelah Bezos dan 3 orang lainnya berhasil terbang ke luar angkasa, sehingga Blue Origin dapat dipertimbangkan kembali untuk kontrak tersebut tapi tawaran itu ditolak. Dalam hal ini NASA memerintahkan SpaceX untuk sementara menangguhkan pekerjaannya di pendarat bulan setelah Blue Origin mempermasalahkan kontrak dengan GAO.