• dailybytes1

Bank Tabungan Negara akan Melakukan Right Issue

BTN akan melakukan rights issue sebesar Rp 3,3 triliun, turun dari Rp 5 triliun, dana ini akan digunakan untuk strategi pertumbuhan anorganik di bisnis perumahan.


BTN
BTN, Source: Bisnis.com

Bank milik negara dengan fokus kredit pemilikan rumah (KPR), Bank Tabungan Negara berencana menambah modal dengan menerbitkan saham baru melalui skema pemberian Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada 2022. Namun, usulan target pendanaan dalam rights issue ini bisa direvisi dari sebelumnya Rp 5 triliun menjadi Rp 3,3 triliun. Dengan demikian, HMETD pemerintah adalah 60% atau Rp. 2 triliun, sedangkan investor publik 40% atau Rp. 1,3 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk melakukan sejumlah aksi korporasi sebagai strategi pertumbuhan anorganik di bisnis perumahan dengan berinvestasi pada modal ventura, asuransi jiwa, dan manajemen investasi.


Target:

Manajemen BTN mentargetkan 1,2 juta pembiayaan perumahan dalam 5 tahun periode 2021-2025. Dengan rincian:

  • 167.000 unit di 2021

  • 199.000 unit di 2022

  • 229.000 unit di 2023

  • 277.000 unit di 2024

  • 334.000 unit 2025

Target yang diproyeksikan dengan asumsi penambahan modal melalui penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue mencapai Rp 5 triliun. Namun, jika opsi dana emisi saham baru diturunkan menjadi Rp 3,3 triliun, target pembiayaan perumahan menjadi 1 juta unit pada 2025.


Digitalization strategy:

Seperti bank lainnya, BTN juga akan mengedepankan platform digital untuk pembelian rumah, dan saat ini telah memiliki BTN Properti. Saat ini, platform BTN Properti sedang disempurnakan dari sisi teknis dan finansial. Dengan begitu, masyarakat akan dapat memilih rumah untuk mengajukan KPR melalui platform digital.


Future:

Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan akan membentuk perusahaan modal ventura yang diproyeksikan selesai tahun ini. Ia mengatakan saat ini dalam tahap negosiasi untuk akuisisi Sarana Papua Ventura (SPV) dengan nilai transaksi pada kisaran Rp 5-6 miliar.


BTN juga akan mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa, namun Nixon mengatakan masih dalam pembahasan. Dia mengisyaratkan akuisisi akan dilakukan dengan sesama BUMN. Ia mengungkapkan, masih banyak yang harus dibicarakan terkait rencana bisnis tersebut, dan mungkin belum selesai pada 2021.