• DailyBytes

Bank Neo akan Right Issue dengan Target Rp 2,5 T

Bank Neo Commerce akan melakukan right issue dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 2,5 T


BNC
BNC, Source: Iconomics

Bank Neo Commerce berencana menambah modal melalui skema HMETD atau rights issue dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 2,5 triliun. Dengan rights issue tersebut, perseroan akan menambah modal inti menjadi Rp 3 triliun pada akhir tahun ini dan telah memenuhi ketentuan permodalan bank minimal oleh Otoritas Jasa Keuangan pada akhir Desember 2022. Dana rights issue ini akan digunakan untuk belanja modal dan meningkatkan modal inti.


Transform:

Bank Neo Commrce menargetkan diri menjadi bank digital terkemuka di Indonesia. Neo Commerce Bank telah melakukan soft launching aplikasi Neo+ pada Maret 2021 yang saat ini telah memiliki lebih dari 6 juta nasabah di perangkat Android dan Apple. Dalam rangka meningkatkan pelanggannya, perseroan akan menggunakan dana hasil rights issue untuk mengembangkan:

  • Kode Respon Cepat Standar Indonesia (QRIS)

  • Payment Point Online Bank (PPOB)

  • Layanan gaya hidup

  • Interaksi berbasis obrolan

  • Transfer telepon

  • Pinjaman Langsung & Debit Langsung.


Others:

Neo Commerce Bank juga memiliki visi untuk memajukan UMKM di Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan telah bekerja sama dengan 15 penyedia fintech peer-to-peer lending yang terbagi dalam dua kategori besar:

  • Pembiayaan produktif: Crowdo, Esta Kapital, Restock.id, Komunal, iGrow dan Modal Rakyat.

  • Pembiayaan konsumer: Finmas dan Kredito, Finplus, Danai.id, Light, Ivoji, Easycash dan Bantusaku.


Key Takeaways:

Sebagai informasi, hingga 29 Juli lalu, Akulaku, fintech lending yang disuntik Ant Financial, menjadi pemegang saham pengendali perusahaan. Ant Financial dimiliki oleh Jack Ma yang mengendalikan layanan keuangan di China dengan Alipay-nya. Di masa depan apakah mungkin Alipay dan layanan Ant Financial lainnya akan terintegrasi dengan aplikasi bank Neo? Ini sepadan dengan menunggu.