• dailybytes1

Bank Nationalnobu Akan Melakukan Right Issue 500 Juta Saham

Bank Nationalnobu akan melaksanakan rights issue dan menerbitkan sebanyak-banyaknya 500 juta saham baru.


Bank Nobu
Bank Nobu, Source: Fintechnesia

Bank Nationalnobu, akan melakukan penerbitan saham baru dengan pemberian Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Berdasarkan pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan berencana untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 500 juta saham baru perusahaan dengan nilai nominal Rp 100 per saham atau setara dengan 10,13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Modal Peningkatan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).


The detail:

Perseroan belum mengumumkan harga pelaksanaan right issue ini. Merujuk data BEI, saham Bank Nationalnobu naik 6,61% ke level Rp 1.290 per saham setelah sebelumnya sempat menyentuh harga Rp 1.460. Dengan asumsi harga saat ini, potensi dananya bisa mencapai Rp 645 miliar.


Kharisma Buana Nusantara selaku pemegang saham utama menyatakan tidak akan melaksanakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Namun, Grahaputra Mandirikharisma sebagai pembeli siaga akan melaksanakan kewajiban titipannya melalui titipan dalam bentuk lain selain tunai (inbreng) dan setoran tunai.


Inbreng:

  • Seluruh Gedung A Universitas Pelita Harapan yang berlokasi di Lippo Karawaci, Tangerang senilai Rp 132 miliar

  • Gedung Gajah Mada Tower Lantai G, 1 dan 2 yang berlokasi di Jakarta Pusat dengan nilai Rp 61 miliar.

  • Total inbreng mencapai Rp 193 miliar.

Grahaputra Mandirikharisma akan melakuka setoran tunai maksimal Rp 5,1 miliar.


Beredar rumor bahwa Bank Nationalnobu dikabarkan memiliki investor baru yaitu perusahaan konglomerat Cina, Ping An, namun belum ada pernyataan resmi baik secara langsung maupun tertulis yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam keterbukaan informasi.


Goals:

Manajemen Bank Nationalnobu berharap dengan dilakukannya rencana transaksi ini perseroan dapat melakukan pengembangan usaha secara lebih terintegrasi dan meningkatkan kualitas koordinasi antar unit-unit kerja.


Dengan demikian, Bank Nationalnobu dapat menyediakan produk dan layanan yang semakin berkualitas, terutama produk dan layanan berbasis digital, baik bagi segmen ritel maupun bagi segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan korporasi.


Key Takeaways:

Dengan rights issue ini, perseroan akan memenuhi modal inti minimal Rp 2 triliun pada akhir tahun ini sesuai dengan peraturan OJK dan bank di bawah Grup Lippo tersebut saat ini sedang mempersiapkan bank Nationalnobu untuk menjadi bank digital. Ditambah dengan kabar bahwa financial group dari China Ping An Insurance Group masuk ke Bank Nationalnobu, persaingan bank digital Indonesia ke depan semakin panas.