• dailybytes1

Bank Harus Tambah Modal atau Turun Kelas

Penerapan aturan minimum modal bank yang diterbitkan OJK, memaksa bank-bank kecil yang tercatat di BEI harus menambah modal minimum.


Kantor OJK
Kantor OJK, Source: Duta.co

Penerapan aturan modal bank minimum yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan berlaku efektif pada akhir tahun ini. Aturan baru ini memaksa bank-bank kecil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menambah modal minimumnya. Aturan yang dimaksud adalah Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020, dimana bank wajib memiliki modal inti bank umum minimal Rp2 triliun pada akhir tahun ini dan minimal Rp3 triliun pada akhir tahun. 2022. Ada 13 bank yang terdaftar di pasar modal. BEI, dengan modal inti masih di bawah Rp 2 triliun.


Why it matters?

Jika modal inti minimum tidak dapat dicapai oleh bank mini, maka bank tersebut berpotensi diturunkan oleh OJK menjadi BPR alias BPR, yang tentunya memiliki usaha yang lebih terbatas dibandingkan dengan perbankan konvensional.


Hal ini tentunya sangat krusial bagi bank-bank yang terdaftar di bursa mengingat dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa investor asing dilarang menjadi pemegang saham BPR sehingga terjadi ketidakpastian nasib emiten mini banking ketika tidak mampu memenuhi modal inti. dan harus diturunkan statusnya menjadi BPR mengingat saat ini investor asing bebas. melakukan pembelian dalam saham apa pun di bursa lokal.


The List:

  • Bank Ina Perdana dengan kode saham BINA di BEI

  • Bank Bank Amar dengan kode saham AMAR di BEI

  • Bank Capital dengan kode saham BACA di BEI

  • Bank Maspion dengan kode saham BMAS di BEI

  • Bank MNC Internasional dengan kode saham BABP di BEI

  • Bank Nationalnobu dengan kode saham NOBU di BEI

  • Bank J Trust Indonesia dengan kode saham BCIC di BEI

  • Bank BPD Banten dengan kode saham BEKS di BEI

  • Bank Aladin Syariah dengan kode saham BANK di BEI

  • Bank BPD Banten dengan kode saham BEKS di BEI

How they will tackle that?

Beberapa bank telah menyatakan akan melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Hal ini memeberikan kesempatan bagi investor untuk menambah jumlah sahamnya. Hampir semua bank di atas telah menyatakan niatnya untuk melakukan right issue tahun ini, untuk mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh OJK.


Key Takeaway:

Investor ritel dan korporasi berhak melakukan HMETD apabila telah memiliki saham yang perusahaan yang akan melakukan rights issue. Setelah itu, investor dapat menambah atau menjual HMETD selama periode perdagangan. Jadi ini merupakan keuntungan bagi Anda semua dan biasanya saham right issue diterbitkan di bawah harga pasar.