• DailyBytes

Asia Vision Network Batal IPO di Amerika Serikat

Merger Asia Vision Network dengan Malacca Straits Acquisition Company Limited untuk melakukan IPO di Amerika Serikat resmi batal.


SPAC
SPAC, Source: Uang Online

Manajemen MNC Vision Networks, anak usaha MNC Group, menjelaskan rencana transaksi merger anak perusahaannya, yakni Asia Vision Network dengan Malacca Straits Acquisition Company Limited, dipastikan tidak akan berlanjut. Malacca Straits Acquisition Company Limited adalah Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yang terdaftar di US Nasdaq Exchange dengan kode saham MLAC.


First plan:

Asia Vision Network resmi melakukan penggabungan usaha atau merger dengan Malacca Straits Acquisition Company Limited, perusahaan cek kosong atau Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yang tercatat di Bursa Nasdaq AS dengan kode saham MLAC.


Dalam keterangan resmi MNC Vision Networks, disebutkan dengan merger ini, diperkirakan nilai proforma perusahaan akan mencapai sebesar US$ 573 juta atau setara dengan Rp 8,02 triliun. Gabungan perusahaan ini juga memiliki nilai transaksi sebesar US$ 573 juta setara 5,8 kali EBITDA [laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi] yang diklaim mengunguli para pesaingnya dipasar yang sama.


Perusahaan gabungan ini juga mentarget merger diharapkan dapat terealisasi pada kuartal kedua atau ketiga di tahun 2021.


Why it went down?

Sekretaris Perusahaan MNC Vision Networks, Muharzi Hasril, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Dia mengatakan proses transaksi merger keduanya sebetulnya digodok sejak semester kedua tahun 2020 dan pada saat itu transaksi SPAC masih sangat diminati investor di Bursa Nasdaq.


Akan tetapi, memasuki tahun 2021, terjadi banyak sekali transaksi SPAC di Nasdaq.

Dengan demikian, kondisi itu berpengaruh terhadap valuasi karena SPAC menjadi overcrowded, termasuk berakibat pada harga saham MLAC yang tetap berada di bawah nilai nominal US$ 10/saham.


Key Takeaways:

Asia Vision Network memiliki alasan yang sama dengan yang diberikan Traveloka terkait pembatalan IPO di bursa AS. Karena tren menurun, banyak perusahaan lain tidak akan IPO di AS melalui SPAC. Penurunan euforia ini terlihat dari kinerja Grab usai melakukan SPAC. Grab terdaftar di bursa saham AS dengan AGC dan dihargai $12,40 saat IPO pada November tahun lalu. Meski sempat menyentuh nilai tertinggi US$ 16,75 pada 22 Januari 2020, nilai saham perusahaan turun menjadi US$ 10,63 pada perdagangan Jumat 17 September 2021 lalu.