• DailyBytes

Amazon Ingin Bermitra Dengan Bank Mini di Indonesia

Amazon ingin bermitra dengan bank mini di Indonesia untUK membuat layanan keuangan yang lebih mudah dan beragam.

Amazon di Amerika Serikat sudah bagai gurtia yang memiliki bisnis di segala sektor, mulai dari e-commerce hingga bisnis penerbangan luar angkasa. Maka tidak heran kalau Amazon lewat Amazon Web Server (AWS) ingin berinvetasi ke bank mini di Indonesia. "Konsumen saat ini yang didominasi oleh mereka yang telah dapat mengakses internet dan teknologi menginginkan layanan keuangan yang lebih mudah dan beragam," kata Country Manager AWS Indonesia, Gunawan Susanto.

Amazon Web Services
Foto: Amazon Web Services, Source: Kompas

Bank Pembangunan Daerah Banten

merupakan bank yang dikabarkan akan diajak bermitra oleh Amazon lewat AWS. Bank Pembangunan Daerah Banten termasuk bank mini (bank dengan modal inti Rp 2-5 triliun, Bank BUKU II) untuk ekspansi membentuk ekosistemnya sendiri. Managing Partner IndoGen Capital Chandra Firmanto mengatakan banyak investor global yang mengincar pasar digital di Indonesia, termasuk sektor layanan perbankan digital. Menurutnya, nama-nama besar seperti Amazon juga dikenal tidak hanya menjajaki satu pihak, tetapi juga mencari calon potensial lain yang berpeluang bermitra.


Bank mini lain yang berpotensi diajak bermitra oleh Amazon:

  • Bank Maspion Indonesia

  • Bank IBK Indonesia

  • Bank Oke Indonesia

  • Bank JTrust Indonesia

  • Bank Capital Indonesia

  • Bank Bisnis Internasional

  • Bank Neo Commerce

Namun, bank-bank tersebut harus memenuhi batas waktu pemberian tambahan modal yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), minimal Rp 2 triliun tahun ini dan Rp 3 triliun tahun depan jika tidak drop out of class. Untuk itu, manajemen bank-bank tersebut mulai berupaya menambah modal, baik dari investor lama maupun suntikan baru dari investor strategis. Bank-bank ini kemudian melancarkan aksi korporasi untuk menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dan juga tanpa HMETD alias private placement untuk mencari suntikan investor baru. Penerbitan rights issue untuk bank-bank ini berkisar dari jutaan hingga miliaran saham.


Prosperk cemerlang

dimiliki oleh mini bank di Indonesia menarik investor global, kata Chandra. Dia juga mengatakan "Semua main digital banking. Kenapa market to banking? Margin, bank-bank AS kaya, ada yang bangkrut juga, bunga [bunga] kecil, itulah yang membuat AS kurang berhasil di sektor ini." Prospek pasar Indonesia cukup besar, ditambah dengan margin keuntungan di sektor ini yang cukup besar dibandingkan dengan sektor lainnya. Maka tidak heran jika Amazon tidak hanya menjajaki dengan Bank Banten tetapi juga dengan investor atau perusahaan bank digital lainnya.