• dailybytes1

Alibaba Sumbang China Rp 220,8 Triliun

Untuk mematuhi regulasi baru Xi Jinping, Alibaba perusahaan milik Jack Ma memberikan keuntungan perusahaan sebesar Rp 220,8 Triliun ke China.


Kantor Alibaba
Kantor Alibaba, Source: Kompas

Alibaba berpartisipasi dalam memenuhi tujuan Presiden China Xi Jinping untuk menyebarkan kekayaan. Raksasa teknologi itu dikabarkan akan menginvestasikan sebanyak 100 miliar yuan (Rp 220,8 triliun) dalam beberapa tahun untuk inisiatif 'kemakmuran bersama'. Uang itu akan digunakan dalam 10 inisiatif, termasuk inovasi teknologi, pembangunan ekonomi, penciptaan lapangan kerja berkualitas tinggi, dan mendukung kelompok rentan.


"Alibaba telah mendapat manfaat dari kemajuan sosial dan ekonomi yang kuat di China selama 22 tahun terakhir. Kami sangat yakin bahwa jika masyarakat baik dan ekonomi baik-baik saja dengan saya, Alibaba juga akan baik-baik saja," kata CEO Alibaba Daniel Zhang.


Giving back rules:

Presiden China Xi Jinping membuat "pesan" baru bagi para miliarder di China. Pada pertemuan keuangan dan ekonomi pada 17 Agustus 2021, ia menyerukan konsep kekayaan moderat untuk semua alias 'kemakmuran bersama'. Aturan ini berkaitan dengan penyesuaian yang wajar terhadap pendapatan kelompok berpenghasilan tinggi. Aturan itu juga mengharuskan Crazy Rich untuk "memberi lebih banyak kepada masyarakat".


"Aturan ini akan mengatur kemajuan (China) menuju tujuan secara bertahap," kata Presiden.


Pinduoduo:

Perusahaan e-commerce Pinduoduo (PDD) telah berjanji untuk menyerahkan semua keuntungannya untuk proyek-proyek pembangunan pedesaan di China. Perusahaan akan menyumbangkan US$372 juta yang dihasilkan pada kuartal ke-2 tahun ini. Secara total, perusahaan diharapkan untuk menyumbangkan 10 miliar yuan (US$1,5 miliar) untuk tujuan tersebut. Ini adalah laba pertama sebagai perusahaan yang sudah tercatat di publik.


Tencent:

Tencent Holdings mengumumkan akan memberikan 50 miliar yuan (US$ 7,7 miliar) untuk membantu upaya redistribusi kekayaan pemerintah, dan berjanji akan menambah 50 miliar yuan untuk program "nilai-nilai sosial yang berkelanjutan" dimasa yang akan datang. Dana ini akan difokuskan pada bidang-bidang seperti meningkatkan pendapatan bagi masyarakat miskin, meningkatkan bantuan medis, mempromosikan efisiensi ekonomi pedesaan dan mensubsidi program pendidikan.


Key Takeaways:

Dengan adanya regulasi terbaru dalam seri "China Tech Crackdown", investor dipastikan akan lebih berhati-hati dalam berinvestasi di perusahaan teknologi China. Karena dengan membagi keuntungan akan memberikan dividen yang lebih kecil kepada investor dan kemungkinan akan memperlambat pertumbuhan perusahaan.