• DailyBytes

Alfamart dan Dugaan Penipuan Bisnis Waralaba RI

Alfamart terseret dalam dugaan penipuan bisnis waralaba di Indonesia yang dilaporkan pada 9 Juni 2021.

Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), pengelola jaringan ritel Alfamart, menjadi sorotan setelah laporan dugaan penipuan sebelumnya dilaporkan kepada dua direksi perusahaan. Kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 9 Juni 2021. Namun, manajemen AMRT menjelaskan dugaan penipuan ini. Dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur dan Sekretaris Perusahaan AMRT Tomin Widian membantah hal tersebut. Dia menegaskan, hingga saat ini, perusahaan belum menerima panggilan dari pihak berwenang.

Logo Alfamart
Foto: Logo Alfamart, Source: Alfamart

Awal mula:

  • Dimulai pada September 2013, ketika Alfamart dan CV Andalus Makmur Indonesia yang diwakili oleh Ihlen Yeremia Manurung menandatangani perjanjian waralaba.

  • 5 tahun kemudian, Ihlen mengirim surat permintaan penutupan toko dan mengajukan permintaan lokasi toko untuk disewakan kepada perusahaan. Tapi perjanjian itu dibatalkan. Oktober 2018, perhitungan penutupan toko Lengkong Gudang Timur dilakukan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2018. data tersebut dikirim ke franchisee (penyewa) dua bulan setelahnya.

  • Januari 2019, Ihlen meminta data ke Alfamart dalam bentuk surat. Bulan berikutnya, perusahaan mengirimkan surat balasan dan diadakan pertemuan di Kantor Pusat Alfamart di Alam Sutera, Tangerang, mengenai nilai akhir perhitungan penutupan toko.

  • Menurut Alfamart, pihak franchise keberatan dengan hasil perhitungan penutupan toko tersebut dan pada Maret 2019, perusahaan kembali melakukan pembahasan. Setelah dilakukan beberapa kali pertemuan, pada tanggal 2 Juni 2021 dilakukan mediasi di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag). Namun, belum ada titik temu

  • AMRT mengatakan, perseroan telah melakukan proses mediasi di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sejak 15 April 2021 hingga 2 Juni 2021. AMRT juga telah menyampaikan transparansi laporan keuangan, bulanan sejak 2013 hingga 2018 dan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan proses mediasi. sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati.

  • 9 Juni 2021, Ihlen Yeremia Manurung melaporkan dua direktur Alfamart terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Kuasa hukum pelapor, Jimmy Manurung mengatakan, pihaknya telah melaporkan Soeng Peter Soeryadi selaku Direktur Waralaba dan Tomin Widian selaku Direktur Keuangan AMRT ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut berkaitan dengan berakhirnya hak usaha waralaba. Pada 14 Februari 2019, Alfamart mengirimkan tagihan sebesar Rp 66 juta kepada pelapor.

Sampai saat ini belum ada titik temu dari kedua belah pihak. Karena berita tidak mengenakan ini...


Saham AMRT terkoreksi

sebanyak 3,51% di Rp 1.375/saham pada penutupan perdagangan sesi I, pada hari Selasa 3 Agustus 2021. Saham Midi Utama Indonesia, anak usahanya dan mengelola gerai Alfamidi, tercatat stagnan di. Rp 1.985/saham. Penurunan ini semata-mata karena berita yang masih belum jelas, bukan karena kinerja perusahaan. Mengacu laporan keuangan AMRT per Maret 2021, Alfamart mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 499,39 miliar, naik 43% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 350,40 miliar.